Merlynn Park Hotel
Merlynn Park Hotel. (Foto: Merlynn Park Hotel)

Merlynn Park Hotel yang dibuka sejak 12 April 2010 ini merupakan salah satu hotel bintang lima yang ada di Jakarta. Kini, hotel ini sudah berusia 13 tahun, tentunya ada banyak perubahan yang terjadi pada hotel yang terkenal dengan ukuran kamar yang serba luas ini.

Salah satu perubahan tersebut terjadi pada konsep. Jika awalnya, Merlynn Park Hotel mengusung konsep modern dan elegan berubah menjadi Indonesian Culture dan family.

Adolf Gustaf, General Manager Merlynn Park Hotel
Adolf Gustaf, General Manager Merlynn Park Hotel. (Foto: Merlynn Park Hotel)

Jadi mengenai Merlynn Park sekilas 2006  diletakan batu pertama oleh almarhum dari owner kita. Kemudian pembangunan fisik selama 3-4 tahun dan tepat pada 12 april 2010 kami sudah melakukan soft opening untuk pembukaan pertamakali Merlynn Park menerima tamu,”ungkap Adolf Gustaf, General Manager Merlynn Park Hotel.

“Awalnya konsep Lebih kepada modern dan elegan, namun sekarang ini kita ubah konsepnya ke family dan Indonesian Culture,”lanjut Adolf Gustaf.

Perubahan tersebut bukanlah tanpa alasan. Penyebabnya adalah sejak masuk kedalam tim Sango Hotel Managemen (SHM) dua tahun terakhir ini, Merlynn Park jadi beralih ke Indonesian Culture.

“Sekarang kan sudah menginjak usia 13 tahun, sebelas tahun pertama konsepnya beda dan setelah masuk tim Sango Hotel Management (SHM) kurang lebih 2 tahun terakhir  ini konsepnya lebih ke Indonesian culture,  jadi kita mengangkat budaya Indonesia. Selain itu karena juga statistik mengatakan 95 % tamu kita berasal dari Indonesia, makanya kita angkat budaya Indonesia. Jadi walau kita bintang 5, tapi unsur Indonesia tak kalah menarik dan keren dibanding negara lain,”jelas Adolf Gustaf.

“Jadi kemaren momennya saat pandemi banyak penurunan dan bisnis hotel mengalami guncangan, Sango keramik sekaligus membentuk tim baru SHM. Alhamdulillah usai dikelola SHM kita banyak alami perubahan. Dan tentunya ini jadi modal besar kita untuk menghadapi persaingan dengan hotel-hotel  lainnya,” sambung Adolf Gustaf.

Merlynn Park Hotel
Merlynn Park Hotel. (Foto: Merlynn Park Hotel)

Menyadari persaingan yang ketat usai masa pandemi, maka Merlynn Park Hotel juga sudah menyiapkan peluru-pelurunya untuk bisa bertahan, bahkan yakin bisa menjadi hotel bintang lima nomer 1 di Jakarta khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

Seperti diketahui Sango Hotel Managemen mengeloloa 4 besar hotel besar sekaligus, yaitu Manhattan, Sunlake Waterfront Resort & Convention, Metro Park View Hotel dan dan juga Merlynn Park Hotel. Dengan nama hotel yang berbeda alias tidak satu merk tersebut ternyata juga memiliki alasan tersendiri.

“Jadi SHM itu  dengan Merlynn Park Hotel adalah satu embrio, jadi pemiliknya sama, bukan operator diluar tapi pemilik kami sama yaitu PT. Sango Keramik Indonesia yang  kemudian membentuk managemen hotel yaitu Sango Hotel Management. Ya biasanya kan satu merk, jadi begini ketika SHM ini mengelola 4 hotel ini sudah terbentuk dengan nama masing-masing sehingga masuknya SHM tak mengubah lagi nama yang sudah ada,”terang Adolf Gustaf.

“Dengan adanya SHM mengedepankan pelayanan, jadi guest experience, jadi tamu selama menginap disini dibuat berkesan, diberikan  pelayanan maksimal dan dari hati. Kemudian punya motto ekslusif access to unit experience dengan  memberikan pelayanan cukup unik kepada tamu-tamu kita. Lalu 2 tahun belakangan ini kita mempersiapkan  SDM yang harus mumpuni. Kemudian dari fisik bangunan banyak hal yang kita ubah. Jadi SDM kuat, pelayanan bagus jadi segi mana pun bisa bersaing dan strategi marketing serta salesnya kita siapkan untuk persaingan tersebut,”tandas Adolf Gustaf.

Merlynn Park Hotel
Merlynn Park Hotel. (Foto: Merlynn Park Hotel)

Bisa membuktikan tetap eskis ditengah badai pandemi, Merlynn Park Hotel terus melaju dengan keistimewaan yang dimilikinya dan membedakannya dari hotel bintang lima lainnya.

Family Suite
Family Suite. (Foto: Merlynn Park Hotel)

“Kalau secara istimewa hotel Merlynn Park itu sendiri merupakan hotel besar dengan  jumlah kamar ada 302 kamar, kemudian kamar terkecil aja ukuran udah 42 meter persegi dan paling besar sekitar 209 meter persegi, jadi untuk kamar cukup besar sehingga tamu family cukup senang memilih Merlynn Park Hotel,”tegas Adolf Gustaf.

Swimming Pool Merlynn Park Hotel
Swimming Pool Merlynn Park Hotel. (Foto: Merlynn Park Hotel)

“Sedangkan fasilitasnya ada kolam renang indoor dan outdoor, ada 3 kolam renang dari balita, anak-anak hingga dewasa. Untuk resto juga ada beberapaa, grand central restaurant itu lebih ke coffee shop. Lalu ada chinese resto, grand city ressto dan sangat terkenal dengan dimsumnya. Kemudian ada Havana Full Bar yaitu bar kecil yang ada di area kolam renang, khususnya malam minggu selalu ada barberque. Ada juga resto konsepnya kampoeng nelayan, jadi kita kearah seafood, tapi nanti diakhir tahun kita kearah beef dan sosis. Terakhir, ada Times Square,”sambung Adolf Gustaf.

Tak hanya keistimewaan tersebut, Merlynn Hotel Park juga memiliki keunikan dengan nama-nama tipe kamar yang beda dari hotel kebanyakan.

Untuk pemilihan nama kalau Merlynn ini dari Marilyn Monroe , kalau nama-nama  kamar kebetulan owner kami suka dengan nama tersebut seperti prada, bulgary. Armany itu kan brand cukup terkenal ya. Yang membedakan kamar standard dan suite selain luas kamar yang beda tentu fasilitas didalamnya, ada amenities kemudian towelnya yang lengkap dan lainnya. Jadi dari harga nggak  beda jauh sih, cuma luas kamar sangat beda. Paling besar adalah the residence bisa 209 meter persegi dan presidential suite sekitar 191 meter persegi,”beber Adolf Gustaf.

“Tentunya visi kami cuma satu menjadi hotel bintang 5 nomer 1 di Jakarta khususnya, dan umumnya di Indonesia. Untuk mencapai kesana kita optimis dengan tim yang ada,  dan punya semangat kesatuan dari kita, kita bisa mencapai apa yang kita cita-citakan  bersama,”harap Adolf Gustaf.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here