Foto dok/Buntut Kasus Penghindaran Wamil, Ravi Keluar Dari VIXX Dituntut Penjara 

Ravi VIXX telah memposting surat untuk meminta maaf atas tindakannya yang melibatkan korupsi terkait militer. Akibat perbuatannya tersebut, Ravi dituntut 2 tahun penjara.

Pada 11 April, Ravi memposting surat permintaan maafnya atas tindakannya yang berusaha menghindari wajib militer. Dalam suratnya, Ravi mengungkapkan melakukan penundaan wajib militer karena alasan kesibukan.

“Pertama-tama, saya meminta maaf kepada semua orang yang telah dirugikan dan disakiti oleh kesalahan yang saya lakukan. Di masa lalu, saya ditugaskan untuk pelayanan publik karena penyakit yang saya miliki, dan saya menunda pelayanan saya untuk kegiatan saya ketika saya mencapai titik di mana sulit untuk menunda pelayanan saya lebih jauh,” ungkap Ravi, dikutip dari Soompi.

Dia juga mengatakan alasannya melakukan tindakan menghindari wajib militernya lantaran tak ingin membayar biaya pembatalan kontrak pekerjaan yang telah ditandatanganinya sebelum COVID-19.

“Saya adalah satu-satunya artis di perusahaan yang menghasilkan keuntungan, dan tanggal pelaksanaan kontrak yang ditandatangani sebelum COVID-19 ditunda tanpa kepastian, sehingga dengan beban biaya pembatalan kontrak, saya nekad untuk menunda wajib militer saya,” ujar Ravi

“Dengan putus asa, saya membuat keputusan yang bodoh, dan ketika kekhawatiran saya tentang perusahaan dan masalah kontrak diselesaikan, saya secara sukarela mendaftar untuk layanan publik dan menjalankan layanan saya sejak Oktober tahun lalu,” sambung Ravi.

Atas perbuatannya tersebut, Ravi pun meminta maaf kepada para pasien epilepsi dimana sebelumnya ia melakukan pemalsuan hasil medis sebagai syarat wajib militer dengan mengaku mengidap penyakit tersebut.

“Saya ingin meminta maaf dengan tulus kepada pasien epilepsi dan keluarga mereka yang pasti telah terluka oleh keputusan salah yang dibenarkan sendiri yang saya buat dalam proses ini bersama dengan semua orang yang diminta untuk melayani yang dengan rajin menjalankan tugasnya bahkan saat ini,” tandas  Ravi.

“Selanjutnya, saya dengan tulus meminta maaf kepada semua orang yang terluka oleh saya dan kepada para penggemar yang dengan penuh semangat mendukung hidup saya di luar keberadaan saya sebagai artis karena membuat Anda semua mengalami perasaan bahwa waktu yang kita habiskan bersama ditolak dan berantakan,” lanjut Ravi.

Menutup suratnya, Ravi pun mengatakan keputusannya untuk meninggalkan grupnya VIXX untuk menghindari kerugian lain yang mungkin berakibat pada member lainnya.

“Terakhir, saya memutuskan untuk meninggalkan VIXX agar tidak ada kerugian lebih lanjut yang diberikan kepada anggota tim yang dirugikan karena kesalahan saya. Saya dengan tulus berterima kasih kepada semua anggota yang telah bersama saya selama 11 tahun, dan saya merasa sangat menyesal. Saya sangat berharap bahwa tidak akan ada lagi kerugian yang disebabkan oleh upaya berharga para anggota karena saya,” tutup  Ravi dalam surat permintaan maafnya.

Sebelumnya, media Korea melaporkan kasus penangkapan sekelompok perantara (calo) atas tuduhan membantu orang-orang untuk menghindari dinas militer dengan merujuk mereka ke ahli saraf di sebuah rumah sakit besar di Seoul. Para klien tersebut kemudian mendapat diagnosis medis epilepsi palsu agar mereka dibebaskan dari wajib militer atau menerima nilai militer yang lebih rendah.

Para oknum perantara tersebut dilaporkan mempromosikan diri dengan mengantarkan layanan mereka digunakan oleh seorang idol rapper terkenal. 

Tak lama setelah skandal tersebut mencuat ke publik, Ravi yang mengundurkan diri dari acara variety show pada Mei 2022 dan mendaftar wamil pada Oktober di tahun yang sama dituduh sebagai sosok yang dimaksud.

Pengadilan dikabarkan telah mengadili total 23 orang, termasuk Mr. Gu. Pada Februari 2023, rapper Nafla, rekan label GROOVL1n Ravi ditangkap karena diduga melanggar Undang-Undang Dinas Militer, dan menerima perlakukan istimewa saat bertugas di militer sebagai pekerja layanan publik.

Jaksa meyakini bahwa Ravi menandatangani kontrak senilai 50 juta Won dengan broker Dinas Militer meskipun dia tidak memiliki masalah kesehatan, berpura-pura menderita epilepsy dan menerima keputusan dinas alternatif.

Ravi sendiri telah menjalani sidang tuntutan kasus menggunakan jasa perantara untuk menghindari tugas wajib militer di Pengadilan Distrik Seoul Selatan pada 11 April 2023. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here