C&R TV, Malang — Tak banyak yang bisa menandingi hangatnya sebuah kejutan yang membawa seseorang kembali ke salah satu bab paling penting dalam hidupnya. Itulah yang dirasakan Momo saat merayakan ulang tahunnya yang ke-40.
Perayaan yang awalnya tampak seperti pesta ulang tahun biasa mendadak berubah menjadi perjalanan nostalgia. Di hadapan keluarga dan orang-orang terdekat, mantan vokalis Geisha itu kembali berdiri di atas panggung bersama band yang pernah menemaninya melewati masa-masa penuh perjuangan.
Momen langka tersebut terungkap melalui sejumlah video yang dibagikan kerabat dan kemudian diunggah ulang oleh Momo melalui akun Instagram pribadinya.
Hadiah Ulang Tahun yang Tak Terduga
Di balik reuni yang membuat banyak penggemar tersentuh itu, ada sosok yang menyiapkan kejutan istimewa untuk Momo.
Sang suami, Nicola Reza Samudra, diketahui secara khusus menghadirkan para personel Geisha terdahulu ke Malang sebagai hadiah ulang tahun untuk istrinya.
Kehadiran mereka langsung mengubah suasana acara. Tak butuh waktu lama sebelum panggung perayaan tersebut berubah menjadi konser reuni mini yang dipenuhi kenangan.
Bagi para penggemar yang selama bertahun-tahun mengenang era Momo bersama Geisha, pemandangan itu menjadi sesuatu yang sangat jarang terjadi.
Mengenang Masa Perjuangan Bersama
Di atas panggung, Momo tak hanya bernyanyi. Ia juga membuka kembali lembaran perjalanan hidup yang membentuk kariernya hingga saat ini.
“Terima kasih untuk diri ini, perjalanan, perjuangan, pengorbanan, pengabdian untuk diri ini untuk hidup ini dan karier buat keluarga. Kalau boleh saya lihat ke belakang, di usia kepala 2 adalah masa yang penuh perjuangan bersama teman-teman di belakang saya yang ternyata ada di sini,” ujar Momo.
Ucapan tersebut menjadi awal dari momen reflektif yang membuat suasana terasa lebih emosional.
Momo kemudian mengenang masa ketika dirinya dan para personel Geisha memutuskan merantau bersama untuk mengejar mimpi di industri musik.
“Usia kepala 2 saya melewati banyak rintangan dari usia muda, 22 tahun kita hijrah bareng-bareng, merantau, meniti karier dan tantangan hidup di ibu kota dengan segala keribetannya,” lanjut Momo.
Meski disampaikan dengan senyum dan sesekali diiringi tawa kecil, kenangan yang dibagikannya membuat suasana panggung terasa hangat dan penuh nostalgia.
Lagu-Lagu Lama Kembali Menghidupkan Kenangan
Reuni itu terasa semakin lengkap ketika Momo kembali memegang mikrofon dan bernyanyi bersama Geisha.
Sejumlah lagu yang pernah melekat kuat di hati para penggemar kembali dibawakan, termasuk Jika Cinta Dia dan Tak Kan Pernah Ada.
Suasana pun berubah menjadi ajang sing along. Para tamu yang hadir ikut larut dalam lagu-lagu yang pernah menjadi soundtrack perjalanan hidup banyak orang pada masanya.
Bukan hanya tentang musik, penampilan tersebut juga menjadi simbol dari perjalanan panjang yang pernah mereka lalui bersama.
Pelukan yang Menutup Malam Penuh Nostalgia
Ketika lagu terakhir selesai dibawakan, suasana haru belum benar-benar berakhir.
Momo dan para personel Geisha terdahulu langsung saling berpelukan di atas panggung. Tidak terlihat jarak maupun kecanggungan. Yang tersisa justru kehangatan dari hubungan yang telah terbangun selama bertahun-tahun.
Mereka tampak saling bercanda, tertawa, dan menikmati momen kebersamaan yang tak setiap hari bisa terulang.
Di usia 40 tahun, Momo mungkin menerima banyak hadiah. Namun reuni singkat bersama orang-orang yang pernah menemaninya meraih mimpi tampaknya menjadi salah satu kado yang paling berkesan.











