Foto dok Instagram/Filosofi Pakaian Pengantin dalam Pernikahan Adat Betawi

Sebagai ibukota negara, tak heran jika budaya Betawi selalu menjadi sorotan. Mulai dari kuliner, musik, pertunjukan, hingga pakaian adat dan pakaian pernikahannya. 

Prosesi pernikahan dari tiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas budaya suku bangsa masing-masing, termasuk dalam pakaian pengantin yang dikenakan. Salah satu suku yang pakaian pengantinnya memiliki ciri khas tersendiri  adalah Betawi. Dalam upacara pernikahan adat Betawi, orang Betawi masih memegang adat budayanya.

Dimana dalam pakaian pengantin dalam pernikahan adat Betawi memiliki keunikan tersendiri karena merupakan bentuk akulturasi beberapa kebudayaan seperti Melayu, Tionghoa, dan Arab. 

Pakaian adat yang dikenakan pengantin pria bernama Dandanan Care Haji. Pakaian ini berupa jubah besar berwarna cerah (biasanya berwarna merah) dengan pernik benang keemasan, celana panjang putih, selendang yang dikenakan dalam jas (bagian dada), serta topi khusus yang terbuat dari sorban penutup kepala. 

Sedangkan pada pengantin perempuan bernama Care None kental dengan nilai-nilai budaya Tionghoa.  Baju adat Betawi yang dikenakan pengantin wanita terdiri atas blus berwarna cerah dari bahan kain satin, rok gelap atau rok kun, dan hiasan kembang goyang dengan motif burung hong. 

Selain itu, dikenakan pula hiasan rambut berupa sanggul palsu lengkap dengan cadar di bagian wajah, hiasan bunga melati yang diikat pada sisir dan ronje yang dikenakan bersama pernik perhiasan lain, seperti kalung lebar, manik-manik penghias dada, gelang listring, dan selop model perahu sebagai alas kaki.

Sedangkan salah satu pakaian adat Betawi perempuan yang paling sering ditampilkan adalah kebaya Encim. Kebaya ini terkesan simpel, sederhana, namun tetap bisa menampilkan keanggunan.

Di masa lalu, saat budaya Eropa masih memiliki pengaruh yang kuat di Batavia atau Jakarta, kebaya ini terbuat dari kain berbahan lace atau brokat buatan Eropa yang dikombinasikan dengan bordiran penduduk lokal. 

Hasilnya, kebaya tersebut tampak seperti langsung dibordir. Bordiran tersebut biasanya bermotif bunga yang dapat ditemukan pada bagian bawah kebaya atau pergelangan tangan.

Kebaya Encim dipadukan dengan kain sarung dengan model yang beragam. Mulai dari model buket, pucuk rebung, kain pagi sore atau belah ketupat. Melengkapi penampilan, maka digunakan  selop tertutup sebagai alas kaki. 

Adapun maksud paduan Kebaya Encim dari atas hingga bawah ini bertujuan untuk memelihara kehormatan dan keanggunan perempuan. Dengan tetap mengingfat filosofi dari pakaian adat Betawi satu ini adalah keindahan, kedewasaan, kecantikan, keceriaan, kearifan, serta taat aturan dan tuntunan leluhur.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here