Foto Kartika Putri. (Foto: Instagram.com/@kartikaputriworld)

Kartika Putri menjadi korban mafia tanah. Akte tanah orangtuanya yang di Cibubur, Jawa Barat dipindah nama oleh seseorang yang diduga merupakan kepercayaan almarhumah ibundanya. Dan apesnya, Kartika baru mengetahui usai sang bunda telah tiada. 

Foto Kartika Putri dan kakaknya, Aditya Dwi Putra. (Foto: Dokumentasi)

“Hari  ini biasanya sebagai  lowyer sekaligus kakak kandung principal. Mau bikin laporan terkait dugaan pemalsuan penggelapan dan pemalsuan sertifikat. Dan diduga ada oknum yang menyalahgunakan sertifikat tersebut,”ujar Kartika Putri dan kakaknya, Aditya Dwi Putra. 

“Lebih kaget lagi, usai diselidiki ada akta jual harta waris yang dimana kita bertiga nggak ngurus. Setelah  kita cari sertifikat itu dimana, eh ada di salahsatu notaris di kabupaten. Kondisinya ada di salah satu notaris di Cibinong. Kita bingung karena kita ahli waris nggak tau sertifikat itu ada di notaris. Apa  status sertifikat itu sudah di jual beli atau digadai oleh siapa. Dan bisa juga  disalahgunakan oleh siapa,”lanjut Kartika Putri dan Aditya Dwi Putra. 

Mengetahui hal tersebut, Kartika Putri pun mengaku sudah alami kerugian sekitar 10 miliar rupiah. Karena itu istri Habib Usman Bin Yahnya ini langsung mendatangi Polresta Bogor, Jawa Barat pada Rabu, 13 Juli 2022 lalu. Kartika melaporkan masalah ini didampingi oleh sang kakak sekaligus kuasa hukumnya, Aditya Dwi Putra. 

“Yang sudah pasti pasal 266/ 385 KHUP. Untungnya baru salah satu set almarhumah yang di Cibubur kurang lebih nilai asetnya 10 milyar,  kurang lebih segitu,”tandas Kartika Putri. 

“Alhamdulillah lancar diterima dan sudah memenuhi unsur pidana, sudah bisa dilaporkan pasal pidana. Mudah-mudahan cepet ketemu titik terangnya. Ada 7 kemungkinan akan bertambah, kita ikuti  prosedur  aja. Siapa-siapa saat BAP. Kalo kita yang penting dah lapor dan lanjut,”sambung Kartika Putri dan Aditya Dwi Putra. 

Hingga saat ini sudah ada 7 orang yang dilaporkan Kartika Putri, diantaranya ada orang kepercayaan ibunya. Namun artis yang tengah hamil 6 bulan ini tak mau menyebutkan nama ketujuh orang tersebut. Hanya saja Kartika menduga mereka adalah jaringan mafia tanah yang sudah berpengalaman. 

“Sebenarnya memang almarhumah meletakan dalam brankas, kita anak-anak tahu dan pin brangkasnya, termasuk  satu orang kepercayaan beliau. Larinya sertifikat dari tempatnya dikarenakan  ada oknum notaris yang diduga  ikut serta membantu, dan oknum mafia tanah yang kerja sama mengarahkan ini semua,”jelas Kartika Putri dan Aditya Dwi Putra. 

“Nanti pada saat BAP akan lebih lengkap, kalo sekarang salah sebut bisa UU ITE, makanya saya nggak mua ceroboh dan yang jelas pihak kepolisian yang akan menjelaskan. Kita disini hanya ingin menjelaskan hak kita ahli waris. Disini kakak saya yang  pengacara dan saya pubik figire aja mereka  berani,  yang saya khawatir orang yang awam hukum kan nggak bisa berbuat apa-apa.  Saya khawatir akan terjadi pada  pihak lain, makanya kita speak up biar jangan ada korban selanjutnya,”tandas Kartika Putri. 

Diketahui kasus penyeborotan tanah ini merupakan kasus hukum kedua yang dihadapi Kartika Putri. Sebelumnya, Kartika pernah melaporkan dokter kecantikan Richard Lee ke Polda Metro Jaya dalam dugaan pencemaran nama baik. Dan hingga saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan meski telah 2 tahun berlalu. 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here