Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono
Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono. (Foto: Instagram.com/@officialrcti)

Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono sukses digelar pada akhir pekan lalu. Namun masih banyak yang belum tahu kalau ada beberapa aturan yang harus ditaati tamu undangan, salah satunya yaitu para tamu undangan dilarang menggunakan batik parang.

Selain itu juga ada beberapa keunikan di pesta pernikahan putra orang nomer satu di Indonesia ini.

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo. (Foto: Dokumentasi)

“Kami datang ke Jogja untuk midodoremi dan serah-serahan. Serah-serahan banyak, yang paling penting besok ijab kobul berjalan dengan baik. Seluruh keluarga besar tentu saja sangat bahagia karena ini anak bungsu,”ungkap Presiden Joko Widodo.

Keunikan yang terlihat, pertama para tamu undangan tasyakuran yang akan hadir di Pura Mangkunagaran dilarang menggunakan batik parang. Hal ini berdasarkan arahan dari pihak keraton.

Terkait batik khas Kesultanan Keraton ini pengamat batik, Linda Sudono menguraikan batik tersebut memang istimewa dan hanya boleh dipakai oleh keluarga dari kedua mempelai saja.

“Batik parang itu hanya dipakai oleh raja-raja, makanya dilarang karena  hanya raja yang boleh memakainya. Motif parang  ini bentuk huruf  diagonal melambangkan semangat, khususnya  yang baju lereng dilarang masuk. Memang  sudah turun temurun, motif lereng ini boleh pake tapi  tidak  di acara sacral di pura manugara, motif batik tertua. Boleh untuk semua hanya di keraton yang  tidak boleh,”ungkap Linda Sudono, pengamat batik.

“Yang pasti saya pakai kebaya dipadu kain Indonesia, mungkin kain Jawa karena  kan di Solo pernikahannya. Yang penting sih bisa dipakai karena saya orang  Indonesia dan kebaya itu asli heritage Indonesia dari masa lampau. Kita salah satu upaya melestarikan budaya Indonesia, kebetulan saya suka motif Jawa Klasik,”timpal Inggrid Kansil.

Keunikan kedua adalah semua tamu undangan wajib membawa undangan resmi, tidak boleh menggunakan kendaraan pribadi serta tidak memberikan kado maupun amplop dalam bentuk apa pun.

Kesan bersahaja pun begitu kentara dan membuat sejumlah selebriti, termasuk Roy Marten dan Ingrid Kansil semakin antuasias menghadiri acara tersebut.

Secara ekslusif, Roy Marten menunjukan surat undangan pernikahan yang istimewa tersebut. Ia juga berharap acara yang disiarkan langsung di stasiun TV itu bisa memancarkan kebahagiaan untuk segenap pemirsanya.

Roy Marten
Roy Marten. (Foto: Dokumentasi)

“Ya ini sebuah kehormatan, pasti bangga. Persiapan pakai batik. Saya lihat dua-duanya terdidik dengan baik jadi pasangan luar biasa,”ujar Roy Marten.

“Kalo saya  persiapan kesehatan dan  berdoa dikasih keselamatan,”timpal Ingrid Kansil.

Keunikan ketiga adalah siraman untuk calon mempelai pria, Kaesang Pangarep dilanjutkan dengan prosesi menggendong. Sebagai ayah, Jokowi tak ragu menggendong si bungsu meski postur tubuh anaknya jauh lebih besar.

Kaesang Pangarep sempat kasihan kepada sang ayah, namun tetap prosesi tersebut dijalankan. Dengan kaki yang tetap berpijak ke tanah. Dengan begitu, beban tubuhnya tidak akan menjadi beban dan merepotkan sang presiden.

Selanjutnya, sebagai keunikan yang keempat adalah acara siraman juga diselenggarakan di kediaman mempelai wanita pada waktu bersamaan. Erina Gudono sempat menitikan air mata ketika harus meminta restu pada sang ibu.

Momen haru juga terjadi pada prosesi sungkeman. Finalis Putri Indonesia itu mendapatkan banyak nasihat sembari mengenang cerita hidupnya di masa kecil hingga dewasa dan kini melangkah berumah tangga.

Sebelumnya, acara siraman berlangsung di dua tempat yang berbeda, yakni Yogyakarta dan Solo. Acara yang mengusung adat dan ajaran Islam itu dihadiri oleh 100 orang tamu undangan yang terdiri dari keluarga dan kerabat dekat. Dan dalam prosesi siraman kedua mempelai menggunakan air dari 7 sumber mata air.

Abdul Muhaimin, Paman Erina Gudono
Abdul Muhaimin, Paman Erina Gudono. (Foto: Dokumentasi)

“Rangkaian acara dimulai hari ini, Kamis diawali dengan hadroh khataman setelah ba’da Zuhur durasi 2 jam selesai kita doa bersama kita doain air-air  untuk yang siraman agar membawa kebaikan. Siraman itu kan budaya kita yah, kalo Islam itu doa saja. Doa dalam arti mohon kepada Allah semoga semua mendapat berkah. Untuk siraman hanya 100 orang. Erina itu anaknya pinter dari kecil, udah ada tanda-tanda jadi orang besar, anak serba bisa ya mudah-mudahan aja bisa mendampingi,”beber Abdul Muhaimin, Kakak Kandung Ibunda Erina Gudono.

Keunikan kelima tak luput dari seni karawitan yang diusung untuk mengiringi upacara siraman. Seni gamelan Khas Jawa ini mengandung makna halus, cocok dengan acara yang berlangsung seru tapi khidmat, serta haru tapi penuh dengan harapan baik untuk masa depan rumah tangga Kaesang Pangarep dan Erina Gudono.

“Secara umum konsepnya adalah sederhana, elegan, klasik, tradisional tidak berlebihan. Kalau persiapan sarana dan prasarana sudah dilakukan sejak tanggal  1 Desember itu berkaitan dengan pertendaan karena cuaca di Jogja sangat ekstrem. Hari ini  bersyukur cuaca sangat terang. Permintaan mengangkat pada budaya bisa dilihat sendiri mbak Erina dalam prewed mengangkat budaya, belum lagi nanti upacara adatnya. Untuk mbak Erina adat Jogja untuk Kaesang adat Solo,”pungkas Abdul Muhaimin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here