Foto dok Instagram/Mengenal Upacara Kasada Suku Tengger dari Jawa Timur 

Indonesia memiliki keberagaman suku dan budaya, salah satunya adalah upacara Kasada. Namun budaya satu ini sepertinya masih belum familiar bagi banyak orang. 

Foto dok Instagram/Upacara Kasada berasal dari Jawa Timur yang merupakan salah satu upacara adat dari suku Tengger

Upacara Kasada berasal dari Jawa Timur yang merupakan salah satu upacara adat dari suku Tengger yang masih lestari sampai sekarang. Suku Tengger merupakan sebuah komunitas masyarakat yang mendiami wilayah kaki Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo. Dimana rata-rata masyarakat suku Tengger menganut agama Hindu.

Agama Hindu yang dianut suku Tengger mengalami akulturasi dengan budaya asli Tengger. Misalnya dalam penggunaan kalimat sapaan “hong ulun basuki langgeng” yang artinya Tuhan tetap memberikan keselamatan yang kekal kepada kita.

Paling menonjol, suku Tengger terkenal dengan keberagaman budaya dan ritual upacaranya. Salah satu yang populer adalah upacara Kasada atau Yadnya Kasada.

Foto dok Instagram/Upacara Kasada dilakukan dengan melarung hasil bumi ke dalam kawah Gunung Brom

Upacara Kasada merupakan sebuah ritual yang dilakukan sebagai bentuk ungkapan syukur dan harapan agar dijauhkan dari malapetaka. Upacara ini dilakukan dengan melarung hasil bumi ke dalam kawah Gunung Bromo. Dalam perkembangannya, upacara ini menjadi salah satu hari raya umat Hindu Tengger.

Ada beberapa tahapan dalam pelaksanaan upacara Kasada. Sebelumnya, masyarakat Tengger akan mengambil air suci di Gunung Widodaren untuk melakukan ritual nglukat umat, sebuah upacara penyucian jiwa yang dilakukan di Poten. 

Lalu upacara dibuka oleh panitia dan dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat maupun pemerintah. Termasuk dukun-dukun adat dari seluruh desa di wilayah Tengger. 

Acara dibuka dengan pertunjukkan tari Rara Anteng dan Jaka Seger. Dukun adat akan memimpin peserta upacara yang telah membawa berbagai hasil bumi untuk dilarungkan ke kawah Gunung Bromo.

Kemudian upacara ritual Kasada dilakukan di Poten, sebuah pura yang terletak di kaki Gunung Bromo. Adapun rangkaiannya pembacaan kidung-kidung religi diiringi gamelan, mensucikan tempat persembahyangan, pembacaan kitab suci Weda, pembacaan sejarah Kasada serta perkawinan Rara Anteng dan Jaka Seger yang merupakan cikal bakal suku Tengger.

Selanjutnya, membagikan bija yang ditempelkan pada bagian wajah. Memberikan wewangian atau bunga di sebelah kanan, membakar dupa di perapen, dan memercikkan tirta di kepala dan wajah umat. 

Usai itu dilakukan muspa atau sembahyang yang dipimpin oleh pinandhita dan dibantu oleh para pemuka. Lalu pembacaan mantra pasca sembahyang. Mantra ini terdiri dari lima mantra yang berisi puji-pujian terhadap Tuhan dan permohonan agar diberikan kehidupan yang damai.

Tak lupa dilakukan lelabuhan sesajen di kawah Gunung Bromo. Lelabuhan merupakan acara inti dari upacara Kasada. Acara ini dimulai dengan berjalan dari Poten menuju kawah Gunung Bromo dengan membawa sesajen. Sesajen biasanya berisi hasil bumi maupun hewan ternak. Perjalanan ini diiringi bacaan doa sesuai niat masing-masing.

Dipenghujung  upacara Kasada dilakukan selamatan yang  dilaksanakan di masing-masing desa dengan dipimpin oleh dukun adatnya masing-masing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here