Foto Nia Zulkarnaen. 

Kepergian bunda tercinta, Mieke Wijaya menghadap Sang Illahi masih terus menyisakan kesedihan mendalam bagi sang anak, Nia Zulkarnaen. Dan tanggal 10 Mei lalu, genap tujuh hari sudah aktris senior Mieke Wijaya meninggal dunia. 

Untuk memperingati tujuh hari kepergian Mieke Wijaya tersebut, Nia Zulkarnaen bersama saudaranya yang lain menggelar pengajian untuk mendoakan sang bunda. Di momen tersebut, Nia mengaku waktu tujuh hari belum cukup baginya untuk bisa melupakan sang bunda. 

Foto Nia Zulkarnaen didampingi sang suami, Ari Sihasale. (Foto: Dokumentasi)

“Ya kalo berat pasti memang berat karena itu banyak sekali yang bilang untuk  iklas. Dan dari kepergian mamah ini saya banyak belajar ikhlas itu mudah diucapkan tapi sulit dijalankan. Tapi InsyaAllah kami ikhlas. Mohon  doanya karena  kami pengen mamah tenang di sana, bahagia ketemu papah lagi disana, InsyaAllah  berada di surga mamah dan papah,” ujar Nia Zulkarnaen didampingi sang suami, Ari Sihasale. 

Meski Mieke dikenal sebagai sosok yang baik, namun diakui Nia hubungannya dengan sang bunda tak selalu mulus. Adakalanya mereka berbeda pendapat hingga membuat mereka saling diam.

“Hampir nggak pernah kalo sama mamah nggak pernah marah, mungkin kalo mamah ada yang  kurang berkenan trus pilih diam. Jadi nunggu waktu baru bicara. Tapi Alhamdulillah nggak pernah berselisih paham yang sampai parah gitu,”ungkap Nia Zulkarnaen.

Lebih lanjut ditegaskan Nia, Mieke baginya bukan hanya sekedar ibu, tapi juga guru dalam banyak hal. Bakat seni yang dimilikinya mengalir deras dalam darahnya merupakan warisan Mieke dan juga sang ayah, Dicky Zulkarnaen. Karena itu Nia memiliki kenangan bersama sang bunda yang sulit dilupakannya. 

“Banyak banget karena kita tinggal bareng. Jika kami mau pergi kerja syuting, kami masih bisa cium tangan mamah. Sekarang keluar kosong nggak ada, ya itulah hal kebersamaan yang membuat kangen. Beda kalo ibu saya penah kehilangan ayah, kita sayang sama ortu, ibu sampai kami dewasa ini masih tinggal bareng, jadi kaya separuh jiwa hilang,”kenang Nia Zulkarnaen. 

Kini, Mieke telah pergi, namun anak cucunya tetap mengenangnya melalui barang kesayangannya.

“Jujur belum sempet dibuka-bukain, cuma  cucu mamah dah izin karena mamah tinggal disini sama saya. Ada yang minta mukena oma sama belum kepikir nanti mungkin,”ujar Nia Zulkarnaen.

“Doanya untuk almarhumah mamah dan almarhum papah semoga husnul khotimah, diampuni semua dosa-dosa, d terima amal ibadahnya dan diterima di sisi NYA, mudah-mudahan kami dah iklas,”harap Nia Zulkarnaen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here