Rizky Billar
Rizky Billar. (Foto: Instagram.com/@rizkybillar)

Sejak kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukannya kepada Lesti,  Rizky Billar pun tampaknya akan mengalami keruntuhan popularitas. Pasalnya, Rizky Billar tak hanya mendapat kebencian dari masyarakat  dan para penggemarnya, namun ia juga akan terancam terdepak dari dunia hiburan Tanah Air.

Pasalnya, Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI telah menyatakan dengan tegas serta menghimbau kepada stasiun televisi agar tidak memberikan ruang kepada pelaku KDRT untuk tampil diberbagai program acara di televisi.

Hal itu dilakukan pihak KPI  agar tindak kekerasan dalam rumah tangga yang dianggap sebagai suatu kejahatan dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia tidak dianggap menjadi hal yang biasa bagi publik.

Nunung Rodiyah
Nunung Rodiyah, komisioner KPI Pusat. (Foto: Facebook/Nunung Rodiyah)

“Jadi begini KPI komitmen tidak memberikan ruang kepada pelaku KDRT atau berpotensi melakukan glorifikasi atas perilaku-perilaku tindak KDRT. Kenapa ini kemudian penting kita sampaikan ke lembaga penyiaran KDRT ini adalah suatu kejahatan pelanggaran terhadap HAM maka tidak layak dan tidak etis pelaku KDRT diberikan ruang sebesar-besarnya karena akan menimbulkan persepsi negatif dipublik,”jelas Nunung Rodiyah, komisioner KPI Pusat.

“KDRT ini adalah hal yang biasa saja lumrah sehingga pelakunya bebas berkeliaran bahkan tampil dan dipuja-puja dilayar kaca untuk  tidak memberikan ruang kepada pelaku KDRT. Yang kemudian ditekankan oleh KPI adalah ketika pelaku menjadi host, presenter itu  menjadi pemeran utama sebuah sinetron itu yang kemudian secara etis kok tidak layak pelaku KDRT diberikan ruang sebesar itu,”lanjut Nunung Rodiyah.

“Jadi bahwa definisi dari KDRT itu banyak. Bagi kami ketika itu sudah divonis sebagai seorang pelaku kejahatan kekerasan dalam rumah tangga dan itu melanggar UU KDRT  tahun 2004 ini tidak bisa kemudian dimaafkan begitu saja, artinya kebetulan tidak ada spesifikasi kalo hanya kekerasan verbal dibolehkan tampil dan lain sebagainya,”lanjut Nunung Rodiyah. 

Sebelum berada dipuncak popularitas saat dirinya menjalin kedekatan dengan Lesti hingga menikahinya dan memiliki bayi mungil dan lucu, Risky  Billar telah berusaha membangun kariernya di dunia hiburan sejak 2013 saat dirinya pindah dari Medan ke Jakarta.

Mengawali kariernya sebagai seorang model hingga akhirnya mencoba peruntungan di dunia akting,  namun hal itu tak membuat Rizky Billar puas dengan kariernya yang tak berkembang hingga membuatnya berpikir untuk menjadi buruh pabrik di Jepang.

Meski sempat mendapat beberapa peran disejumlah FTV dan sinetron, namun tak pernah membawa Rizky  Billar pada puncak popularitas hingga akhirnya bertemu dengan Lesti dan menikahinya.

Namun tindakan KDRT yang dilakukan Rizky Billar terhadap Lesti justru membuat karier dan popularitasnya seketika hancur. Apalagi KPI dengan tegas akan memberikan sanksi kepada stasiun televisi yang melanggar ketetapan KPI tersebut.

Benarkah dengan keputusan KPI melarang pelaku KDRT untuk tampil layar kaca akan membuat Rizky Billar kehilangan mata pencaharian utamanya di dunia hiburan. Dimana Rizky Billar harus siap melepas status keartisannya serta popularitas yang sudah dinantikannya sejak lama tersebut. 

“Prinsip dari kami itu adalah secara substansi menjaga ruang siar ini penuh dengan informasi yang layak mendidik bagi publik pun itu hiburan, maka hiburan yang benar syarat dengan nilai-nilai  bukan kemudian maksud kami memutus atau mematikan mata pencaharian seseorang, tapi ini bagian dari memberikan efek jera bahkan tindak pidana yang sudah melanggar hak asasi manusia,”tandas Nunung Rodiyah. 

“Itu kewajiban KPI melakukan pengawasan terhadap seluruh program siaran 24 jam soal penandaan dan lain sebagainya. Siapa yang kemudian didefinisikan sebagai pelaku KDRT tentunya kita merujuk kembali kepada UU KDRT, sudah ingkrah atau apapun nanti keputusannya maka baru kemudian itu kita definisikan sebagai pelaku KDRT. tapi kalo tidak terbukti hanya fitnah, gimmick semata, maka itu pun  akan menjadi bahan pertimbangan untuk  mengambil kebijakan,”lanjut Nunung Rodiyah.

Kesuksesan yang dimiliki Rizky Billar sejak dirinya bersama Lesti membuatnya memiliki penghasilan yang sangat besar dari berbagai sumber, seperti tawaran syuting sebagai pemeran utama dalam sinetron, serta host, endorse dengan tarif mencapai ratusan juta rupiah di kanal youtube. Ditambah lagi beberapa bisnis seperti bisnis perhiasan, kuliner hingga crypto yang diberi nama Leslar Metaverse.

Namun sejak kasus KDRT yang dilakukannya mencuat, sejumlah bisnis miliknya tersebut telah diboikot. Bahkan token cryto Leslar pun telah anjlok dan terus mengalami penurunan harga yang cukup tajam, sekitar 13,21 persen hingga 10,29 persen pada 30 September 2022 lalu.

Padahal bisnis tersebut baru saja dimulai Billar bersama Lesti pada Februari 2022 lalu dengan mengajak serta rekan bisnisnya,Rudy Salim. 

Padahal melalui bisnis Leslar Metaverse tersebut, Lesti memiliki impian untuk membuat konser dangdut secara digital. Namun tampaknya kini harapan Lesti tersebut telah pupus dengan tindak KDRT yang telah dilakukan oleh Rizky Billar.

Tampaknya nasib Rizky Billar tak hanya berakhir pada karier dan bisnisnya saja yang hancur, namun kini dirinya pun terancam hukuman 5 tahun penjara akibat tindak KDRT yang dilakukannya terhadap Lesti.

“Ancaman hukumnya akibat perbuatan ini ada 3 bentuk kalo menyebabkan luka seperti yang dialami Lesti ini ancamannya 5 tahun penjara dengan denda 15 juta rupiah, apabila lukanya mengakibatkan luka berat itu ancamannya 10 tahun dan kalo mengakibatkan lebih dari itu sampai meninggal dunia 15 tahun. Untuk sementara ini ancaman hukuman yang diterapkan terhadap terlapor ini adalah pasal 44 UU RI No.23 tahun 2004 tentang KDRT dengan ancaman hukumannya 5 tahun penjara,”tandas Kombes Pol. Endra Zulpan, Kabid Humas Polda Metro Jaya. 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here