Foto dok Instagram/Penyanyi Tidi DJ merasa sepi di bulan Ramadan tahun ini karena anak-anaknya kini tinggal terpisah darinya

Penyanyi Tidi DJ merasa sepi di bulan Ramadan tahun ini. Pasalnya, anak-anaknya kini tinggal terpisah darinya. Ketiga anaknya seperti Salma, Salwa dan Daffa  kini tengah berada di Bali bersama ayahnya, Bucek Depp.

Sementara itu, putri bungsunya dari pernikahannya dengan Andrew Hollis, Stephanie Poetri kini tengah meniti karier sebagai penyanyi di Amerika Serikat. Namun hal tersebut tak menjadi masalah bagi Titi DJ karena ia telah terbiasa sendiri dan masih tetap memiliki komunikasi yang baik dengan anak-anaknya tersebut yang kini sudah menginjak usia dewasa. 

Foto dok Instagram/Titi DJ

“Anak-anak  Salma, Salwa, Daffa di Bali, kalo Stephani di Amerika. Aduh jaman sekarang udah canggih yah jadi kan kalo mau komunikasi tinggal video call walaupun Stephani di Amerika yang perbedaan waktunya sangat jauh,  jadi yah masih bisalah kalo hal seperti itu,”ungkap Titi DJ. 

Satu sisi, meski sudah memasuki usia 56 tahun, namun Titi DJ tetap terlihat muda di usianya pasca menjalani operasi plastik anti aging di Korea Selatan beberapa waktu lalu. Titi DJ mengaku dirinya kini lebih menjaga pola makannya. Meski berbagai menu makanan di bulan Ramadan tampak menggugah selera, namun Titi berusaha untuk tetap membatasi dirinya terhadap makanan agar pola makannya tetap terjaga.

“Ya semakin tua kita harus semakin menjaga makanan, jadi makanan-makanan  sehat aja yang harus kita konsumsi, jangan sampai puasanya udah bagus, tapi makannya nggak sehat ya sama aja bohong.  Buah kurma udah pasti, sayur mayur supaya menjaga serat protein karbo semuanya lengkap, tapi ya harus ada porsinya juga sesuai yang kita butuhkan,”terang Titi DJ. 

Setali tiga uang dengan Titi DJ, Inggrid Kansil pun kini tak bisa melewati waktu Ramadannya bersama sang anak, Ziankha yang kini tengah melanjutkan pendidikannya di Inggris. Meski mengaku khawatir karena tinggal jauh dari sang anak, namun Inggrid berusaha menjaga komunikasi dengan Ziankha untuk tetap mengawasinya.

Inggrid pun mengungkapkan dirinya kerap menyemangati sang anak yang kini tengah menjalani puasa selama hampir 18 jam di Inggris. Dan Inggrid pun menyebut jika putrinya tersebut tidak akan pulang saat lebaran nanti karena  tengah disibukkan dengan skripsinya.

Foto dok Instagram/Inggrid Kansil

“Kalo kangen sih pasti ada ya dengan anak, tapi sekarang sudah canggih ya teknologi, sering berkomunikasi, saya sering nanya kabar dia puasa di sana karena puasa di London bisa hampir 18 jam berbeda dengan di indonesia. Saya selalu bilang untuk kasih semangat ke Jihan di sana. Alhamdulillah lingkungan tempat tinggal Jihan banyak muslim juga, banyak urban dari wilayah Timur Tengah dan ada masjid, jadi tidak terlalu sendiri,”beber Inggrid Kansil.

Foto dok Instagram/Inggrid Kansil

“Ada kekhawatiran sih ada ke dia, saya sering kontrol dia. Kalo ada waktunya cocok dengan dia kita sering dateng ke sana. Ya sekalian pengawasan seorang ibu ya bagaimana kondisi tempat tinggal anak disana. Bahkan kontak teman-temannya saya save, jadi jika Jihan susah dihubungi, bisa kontak ke temannya. Jihan paham apa yang dilakukan oleh ibunya adalah yang terbaik untuknya,”terang Inggrid Kansil. 

“Jihan itu Juli nanti akan wisuda dan akan melanjutkan gelar megister. Dan juga ambil kerja juga dia. Orangnya nggak bisa diem. Saya juga mengajarkan kemandirian kepada dia dengan meceritakan pengalaman muda saya dulu. Dari hal tersebut Jihan jadi mandiri, tidak manja dan termotivasi apa yang saya ceritakan. Jihan lebaran kali ini juga tidak pulang karena dia lagi bikin skripsi dan saya sarankan  fokus terhadap tugas akhirnya,”lanjut Inggrid Kansil.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here