Foto dok Instagram/Unik dan Mewahnya Baju Pengantin Pada Pernikahan Adat Aceh

Salah satu baju pengantin serta pelaminan yang terlihat mewah dari Nusantara adalah baju pengantin adat Aceh. 

Aceh yang dikenal sebagai kota serambi Mekah ini ternyata menyimpan pesona adat yang tak kalah dengan adat lainnya. Dengan pakaian adat yang khas dan pelaminan yang mewah berhasil membuat pesta terkesan megah. 

Saat melihat pakaian pernikahan adat Aceh ini mirip dengan pakaian-pakian yang digunakan pada pernikahan kerajaan jaman dahulu. Tak salah karena  pakaian pernikahan adat Aceh ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Samudra Pasai.

Nuansa mewah yang terlihat berpadu dengan nilai – nilai islami merupakan ciri khas dari kota yang dijuluki sebagai Serambi Mekah ini. 

Jika beberapa daerah memiliki pakaian adat yang membentuk tubuh, maka pakaian adat untuk mempelai wanita dibuat dengan gaya yang longgar dan tidak membentuk lekukan tubuh. Hal ini dikarenakan nila budaya Aceh yang identik dengan nilai Islami yang kuat.

Uniknya, dari pakaian pernikahan adat Aceh ini adalah sang mempelai perempuan  mengunakan baju kurung yang dipadukan dengan kain songket dan juga celana panjang.  Celana panjang itu dipadukan dengan kain sulam sejenis songket yang menutupi sebagian baju kurung dan celana. 

Bisa dibilang hanya pakaian pernikahan adat Aceh yang memadukan celana panjang dalam pakaian pengantin perempuan.  Celana panjang yang digunakan biasa disebut dengan seluweue meutunjong yang kemudian ditutupi dengan kain songket yang umumnya bermotif bunga tabur, saluran daun, dan juga pucuk rebung.

Pakaian yang nampak mewah ini kemudian dilengkapi dengan sejumlah aksesoris yang melekat pada pakaian sang pengantin perempuan. Dimulai dari hiasan kepala sejenis suntiang, ditambah lagi dengan perhiasan pendukung, seperti kalung, gelang, ikat pinggang (taloe ike pieng) dan juga perhiasan simplah yang merupakan hiasan yang menggantung di pundak dan menyilang hingga ke bagian dada. 

Semua aksesoris ini terbuat dari lempengan berwarna keemasan ataupun perak. Semua perhiasan ini terlihat seperti menegaskan kesan mewah kebangsawanan.

Sementara itu, untuk pakaian pengantin pria terlihat lebih simpel namun tidak mengurangi kesan gagah bak raja-raja Aceh. Sang pria biasanya mengenakan baju lengan panjang (bajee), celana panjang hitam (siluweuwe) yang berpadu dengan kain songket Aceh, dan juga kopiah (kupiah meukuetob). 

Kopiah Meukuetob merupakan topi tradisional Aceh yang disebut juga topi Teuku Umar yang merupakan pahlawan nasional dari Aceh, karena beliau sering menggunakan topi ini. 

Kopiah tersebut  terbuat dari kain songket Aceh yang dan hiasan khas Aceh lainnya. Jika dilihat sekilas bentuknya mirip dengan topi bangsa Turki  karena konon dahulu kala Raja Sultan Iskandar Muda pernah melakukan hubungan kebudayaan dengan bangsa Turki. 

Namun yang pasti sampai saat ini Kupiah ini menjadi ciri khas dan juga pelengkap tampilan pernikahan adat Aceh pengantin pria.

Itulah keunikan dari pakaian pengantin adat Aceh. Karena itu terus  jadikan budaya lokal sebagai identitas untuk melestarikannya budaya bangsa ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here