C&R TV, Jakarta — Menjadi orang yang sulit menolak permintaan orang lain ternyata meninggalkan pengalaman yang tak mudah dilupakan bagi Ussy Sulistiawaty. Dari sikap yang selama ini ia anggap sebagai bentuk kepedulian, lahir sebuah pelajaran yang kini membuatnya memilih bersikap lebih tegas.
Pengalaman itu kembali menjadi sorotan setelah Ussy sempat mengunggah curahan hati di media sosial mengenai seseorang yang disebut belum melunasi utang selama sekitar 15 tahun. Unggahan tersebut ramai diperbincangkan dan memunculkan banyak pertanyaan dari publik.
Saat tampil di program Pagi Pagi Ambyar Trans TV, Senin (8/6), Ussy mengakui bahwa unggahan tersebut memang ditujukan kepada seorang pria yang pernah meminjam uang darinya.
Menurut Ussy, keinginannya untuk menjadi pribadi yang lebih tegas sebenarnya sudah lama muncul. Bahkan, harapan itu selalu masuk dalam daftar resolusi yang ia sampaikan kepada sang suami, Andhika Pratama.
“Tahu nggak sih wish list aku tiap tahun baru apa? Aku bilang ke Andhika, ‘Semoga tahun ini aku jadi lebih tegas, jadi orang yang tegaan’, karena aku orangnya nggak tegaan,” kata Ussy.
Curhat yang Berawal dari Media Sosial
Ussy mengungkapkan bahwa dirinya bukan tipe orang yang gemar mengumbar masalah pribadi di media sosial. Namun, saat melihat unggahan orang yang masih memiliki utang kepadanya, ia mengaku emosinya terpancing.
Nilai utang tersebut, menurut pengakuannya, berada di kisaran Rp70 juta hingga Rp100 juta.
“Sebenarnya aku orangnya paling nggak suka curhat di media sosial. Cuma saat itu aku kepancing aja gara-gara lagi scroll medsos melihat (unggahannya). Wah lagi ini, dia kan punya utang belum dibayar,” tuturnya.
Meski sempat menuliskan sindiran di Threads, Ussy mengaku tidak pernah secara langsung menagih orang tersebut. Ia justru berharap pihak yang bersangkutan memiliki kesadaran sendiri untuk menyelesaikan kewajibannya.
Hingga wawancara dilakukan, belum ada respons yang diterimanya.
“Kalau dia lihat mah harusnya udah bayar. Aku nggak nangih. Aku mikirnya kalau merasa disindir harusnya ngeh, tapi nggak,” ujarnya.
Kesepakatan Baru dengan Andhika
Dari pengalaman tersebut, Ussy dan Andhika akhirnya membuat aturan baru dalam kehidupan mereka. Keduanya sepakat untuk tidak lagi memberikan pinjaman uang kepada orang lain.
Sebagai gantinya, jika ada kerabat atau teman yang membutuhkan bantuan, mereka memilih memberikan sejumlah uang tanpa menganggapnya sebagai pinjaman yang harus dikembalikan.
“Aku sama Andhika sudah punya janji sekarang kalau ada yang mau utang lagi nggak usah kasih. Kalau ada yang minjem udah kasih aja sejuta nggak usah pinjam,” kata Ussy.
Dengan nada bercanda, ia kemudian menambahkan bahwa pengalaman tersebut membuat dirinya dan Andhika sering merenungkan batas tipis antara kebaikan hati dan kerugian yang bisa muncul karenanya.
“Andhika juga gitu. Kita sampai kayak mikir antara baik dan bodoh beda tipis ya,” tukasnya sambil tertawa.
Bagi Ussy, pengalaman itu bukan hanya soal uang yang belum kembali, melainkan pelajaran berharga tentang pentingnya menetapkan batas dalam membantu orang lain.











