Foto Wirda Mansur. (Foto: Instagram.com/@wirdamansur)

Bisnis Token Kripto yang tengah ramai diikuti sejumlah masyarakat saat ini ternyata diminati juga oleh putri sulung Ustaz Yusuf Mansur, Wirda Mansur. Ia ingin mencoba peruntungannya bukan sebagai investor, melainkan sebagai pemilik bisnis dari token kripto tersebut.

Keseriusannya itu dibuktikan dengan meluncurkan bisnis token miliknya tersebut pada Februari 2022 ini yang ia ungkap  melalui akun Instagram miliknya.

Jika Wirda menggeluti bisnis sepertinya memang turun dari jiwa bisnis yang dimiliki oleh sang ayah. Ustad Yusuf Mansyur memang merupakan pendakwah sekaligus seorang pebisnis. Bahkan Wirda sudah ikut dalam bisnis sang ayah sejak dirinya masih berusia 8 tahun.

Bahkan pada 2016 lalu, Wirda menempuh pendidikan di Univercity of Oxford di London,  Inggris dengan mengambil jurusan ekonomi yang akan menunjang minatnya di dunia bisnis. Namun sayangnya, keputusan Wirda membuka bisnis Kripto tersebut, justru kurang mendapat sambutan baik dari publik. Ini terlihat dalam kolom komentar akun Instagramnya.

Banyak netizaen yang menyampaikan komentar negatif terhadap niatan Wirda membuka bisnis kripto. Terlebih saat ini Ustad Yusuf Mansyur tengah menghadapi permasalahan perihal dirinya yang dituding melakukan penipuan melalui bisnisnya, dimana banyak investor yang meminta uangnya kembali. Hal ini tentunya sudah mencemarkan nama baik sang ayah. 

Berbeda dengan Wirda yang baru saja baru memulai bisnisnya, Anang Hermansyah dan Ashanty justru baru saja mengalami pergolakan dalam bisnis kriptonya tersebut. Bisnis milik pasangan yang sudah hampir 10 tahun menjalani biduk rumah tangga ini baru saja anjlok hingga 50 persen.

Ternyata hal itu terjadi karena bisnisnya tersebut belum memiliki ijin  hingga membuat para investor mengeluh. Tak hanya itu, sejumlah pihak pun ada yang menuding jika Anang dan Ashanty telah melakukan bisnis tipu-tipu.

Tudingan tersebut membuat Anang dan Ashanty akhirnya mendatangi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti untuk meluruskan permasalahan yang menimpa bisnisnya tersebut.

Foto Tirta Karma Sanjaya, Kepala Biro Bappebti. (Foto: Dokumentasi)

“Meluruskan terjadi kesalah pahaman dan tidak dilarang masih dalam proses penjualan.  Prosesnya bisa cepat sesuai dengan dokumen yang dibutuhkan,”ujar Tirta Karma Sanjaya, Kepala Biro Bappebti.

Foto Anang Hermansyah dan Ashanty. (Foto: Dokumentasi)

“Intinya bukan dilarang kita dalam proses pendaftaran banyak yang salah interpretasi. Kita nggak ada problem dengan mainnya. Masih bisa dijamin tidak merugikan konsumen kedepannya. Kita berjuang mengikuti aturan dan  baru 2 minggu mungkin karena naiknya cepat begini yah,”ungkap Anang Hermansyah dan Ashanty. 

Ramainya tudingan terhadap bisnis yang dijalani keduanya yang beredar di media sosial diakui Ashanty sempat membuat ia dan istrinya terkejut. Apalagi banyak yang belum memahami perihal bisnis kripto yang dijalani saat ini, ditambah adanya pihak yang diduga Anang dan Ashanty sengaja untuk menjatuhkan bisnis yang mereka bangun tersebut.

Untuk lebih mematangkan bisnisnya, Anang dan Ashanty pun berencana melakukan tur keliling Indonesia  untuk menemui sejumlah komunitas kripto di daerah, serta memberikan edukasi perihal bisnis kripto  yang dijalaninya saat ini.

“Kita selalu bilang ke orang yang mau gabung. Yang belum tau kita butuh effort menjelaskannya. Kemaren sedikit shock karena banyak yang nggak paham, luar biasa kenaikannya,”terang Anang Hermasyanh dan Ashanty lebih lanjut. 

“Kita mempersiapkan akan keliling tur Indonesia 1 bulan kedepan bertemu dengan ketemu kripto di daerah untuk menjelaskan. Kalo  kita tidak mengedukasi publik,  nanti beli-beli  doang tapi nggak  tau fundamental yang bisa dibangun dari sini,”lanjut  Anang Hermasyanh dan Ashanty. 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here