C&R TV, Jakarta — Daniel Radcliffe menyerukan agar terapi psikologis dijadikan kewajiban bagi aktor anak sejak awal karier — bukan sekadar pilihan. Pernyataan itu ia sampaikan dalam wawancara dengan Bustle untuk seri “One Nightstand With Daniel Radcliffe”.
Aktor berusia 36 tahun itu berbicara tentang dampak mental ketenaran di usia dini. Ia menilai banyak orang salah membayangkan kehidupan aktor anak — bahwa tekanan emosional itu nyata dan sering tak terlihat dari luar.
“Ide bahwa bintang anak-anak menjalani kehidupan sempurna bisa sangat menekan di balik layar. Karena itu terapi seharusnya menjadi bagian dari sistem,” ujarnya.
Ia bahkan mendorong agar terapi dimulai jauh sebelum seorang anak merasa bermasalah.
“Biasakan saja. Mulai terapi sebelum kamu merasa membutuhkannya, bahkan sebelum kamu berpikir kamu membutuhkannya,” katanya.
Tragedi yang Mendorong Seruan Ini
Radcliffe menyoroti kisah sejumlah mantan aktor anak yang mengalami masalah mental serius. Beberapa bahkan mengakhiri hidupnya karena merasa tidak punya ruang untuk mengeluh.
Menurutnya, pola pikir bahwa aktor anak tidak boleh mengeluh sangat berbahaya. Tekanan itu datang bersamaan dengan gambaran “mimpi sempurna” yang diproyeksikan publik.
Radcliffe mulai dikenal dunia di usia 10 tahun setelah memerankan karakter utama dalam “Harry Potter and the Sorcerer’s Stone” — dirilis 2001. Ketenaran itu membawa serta karpet merah, sorotan media, dan tekanan besar dari franchise bernilai miliaran dolar.
Beruntung, Tidak Semua Sama
Radcliffe mengaku dikelilingi orang dewasa yang suportif selama proses syuting. Ia menyebut rekan mainnya, Emma Watson dan Rupert Grint, sebagai bagian dari lingkungan yang saling menjaga.
Namun ia menyadari bahwa kondisi itu bukan buah dari sistem perlindungan resmi — melainkan keberuntungan.
“Di Inggris pada tahun 2000-an, tidak banyak orang yang memikirkan hal itu. Tapi saya beruntung memiliki banyak orang baik di sekitar saya yang menjaga kami di lokasi syuting,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tidak semua aktor muda memiliki pengalaman yang sama.











