C&R TV, Jakarta — Empat puluh hari tayang, 13,4 juta penonton. “The King’s Warden” baru saja mengunci posisi kelima dalam sejarah box office Korea Selatan.
Data dari Korean Film Council (KOFIC) per 15 Maret 2026 mencatat angka pasti: 13.467.838 penonton. Total pendapatan kumulatif film ini menyentuh USD 86,8 juta sejak dirilis pada 4 Februari.
Dengan angka itu, film garapan sutradara Jang Hang-jun ini menggeser “12.12: The Day” untuk menjadi film Korea terlaris di era pascapandemi.
Posisi di Antara Legenda
Satu nama yang kini berdiri tepat di atas “The King’s Warden” adalah “Ode to My Father” (2014) dengan 14.265.007 penonton — selisih kurang dari satu juta tiket.
Empat film di atasnya adalah deretan klasik: “The Admiral: Roaring Currents” (2014), “Extreme Job” (2019), “Along with the Gods: The Two Worlds” (2017), dan “Ode to My Father” (2014). Semua rilis sebelum pandemi.
Laju “The King’s Warden” membuka kemungkinan nyata untuk menyalip “Ode to My Father”. Pada akhir pekan 13–15 Maret saja, film ini masih menarik 1.253.733 penonton — dengan revenue share 76,36% dari total bioskop Korea.
Angka 10 juta tercapai pada 6 Maret. Sembilan hari kemudian, sudah 13 juta.
Cerita di Balik Angka
“The King’s Warden” adalah fiksi sejarah berlatar tahun 1457. Film ini mengikuti nasib Raja Danjong (Park Ji-hoon), raja keenam Dinasti Joseon yang digulingkan oleh pamannya sendiri lalu diasingkan ke Cheongnyeongpo, Gangwon Province.
Di tempat pembuangan itu, ia bertemu Eom Heung-do (Yoo Hae-jin) — seorang kepala desa yang menyambutnya tanpa tahu siapa tamu yang ia lindungi, dan bahaya politik apa yang mengikutinya.
Film ini juga tayang di Amerika Serikat, Kanada, Australia, Taiwan, dan Selandia Baru. Penayangan di Indonesia belum memiliki jadwal resmi hingga saat ini.











