C&R TV, Jakarta — Ketika sebuah serial lokal mampu membuat penonton dari Asia, Eropa, hingga Timur Tengah membicarakan cerita yang sama dalam waktu bersamaan, itu bukan lagi sekadar kesuksesan tayangan. Itulah yang kini dirasakan tim di balik Love & 10 Million Dollars.
Serial original WeTV tersebut tengah menikmati momentum besar setelah berhasil mencatatkan pencapaian yang jarang diraih produksi Indonesia. Popularitasnya meluas ke berbagai negara dan akhirnya mengantarkan serial ini menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Penghargaan itu diberikan setelah Love & 10 Million Dollars tercatat masuk daftar trending di 34 negara secara bersamaan, sebuah capaian yang mempertegas daya jangkau global drama tersebut.
Keberhasilan itu terlihat dari performa serial yang menduduki posisi Trending #1 di Indonesia, Malaysia, Kamboja, Lebanon, dan Turki. Di saat yang sama, serial ini juga menempati posisi Trending #2 di Jepang dan Trending #4 di Singapura.
Jangkauannya bahkan meluas hingga sejumlah negara lain seperti Belanda, Kazakhstan, Australia, dan Polandia dengan menembus jajaran Top 10. Kehadiran serial ini juga tercatat di pasar yang lebih kompetitif seperti Inggris, Prancis, Jerman, hingga Uni Emirat Arab.
Kisah yang Ternyata Dekat dengan Banyak Orang
Di balik angka-angka tersebut, para pemain melihat ada alasan yang membuat cerita ini mudah diterima penonton dari berbagai latar budaya.
Giorgino Abraham, pemeran Arman, menilai hubungan antara Arman dan Elina menjadi salah satu elemen yang paling kuat dalam serial ini.
“Perjuangan Arman untuk Elina adalah tentang kesetiaan bertahun-tahun. Kita semua pasti punya satu sosok idola atau cinta masa kecil yang sulit dilepaskan. Dinamika di mana akhirnya mereka bisa ‘berlayar’ dengan dukungan keluarga adalah sisi humanis yang membuat drama ini sangat relatable bagi siapa pun, di mana pun mereka berada,” ujar Giorgino saat ditemui di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Sementara itu, Anthony Xie yang memerankan Diaz mengaku tantangan terbesar justru datang dari upaya membangun karakter yang tidak hitam-putih.
“Diaz adalah sosok yang ingin dimengerti, namun ia menempuh jalan yang salah hingga masuk ke ranah kriminal. Tantangannya adalah bagaimana menunjukkan emosi yang dalam agar karakter ini terlihat hidup dan nyata, bukan sekadar antagonis biasa,” kata Anthony.
Pengalaman berbeda dirasakan Elina Joerg. Karakter yang diperankannya begitu membekas hingga sebagian penonton sulit memisahkan tokoh di layar dengan dirinya di kehidupan nyata.
“Banyak yang tanya, ‘Kak, Elina aslinya memang seperti itu ya?’. Padahal itu murni tuntutan peran,” ungkap Elina.
Ia juga menjelaskan bahwa sejumlah adegan sensitif dalam serial tersebut dilakukan dengan pengawasan profesional melalui kehadiran intimacy coordinator, sehingga proses produksi berjalan aman dan nyaman bagi para pemain.
Dirancang untuk Pasar Internasional Sejak Awal
Bagi WeTV Indonesia, capaian ini menjadi sinyal bahwa konten lokal kini semakin mampu berbicara di panggung global.
Country Head WeTV Indonesia, Febriamy Hutapea, menilai tema-tema yang diangkat dalam serial ini memiliki kedekatan dengan realitas banyak orang, tanpa memandang negara asal mereka.
“Isu seperti toxic marriage, tekanan finansial yang mencekik, hingga perjuangan menemukan cinta sejati adalah topik yang sangat dekat dengan realita banyak orang. Hal ini menjadi fenomena menarik yang membuat penonton dari berbagai negara merasa terhubung,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Produser Hitmaker Studios, Rocky Soraya. Menurutnya, sejak tahap awal pengembangan proyek, tim produksi memang memiliki ambisi agar cerita ini dapat diterima secara internasional.
“Sebelum syuting, saya dan tim WeTV berdiskusi mengenai premis apa yang bisa diterima secara internasional. Twist mengenai uang 10 juta dolar ini adalah pengait yang kuat untuk mengoneksi penonton di seluruh dunia. Kami bangga bisa menghadirkan karya yang benar-benar go global,” tutur Rocky.
Dari Toxic Marriage hingga Konspirasi Bisnis
Love & 10 Million Dollars sendiri mengisahkan Elina Putri Wardana yang terjebak dalam pernikahan beracun dengan Diaz Danantya.
Di tengah situasi tersebut, hadir Arman Bamantara yang menawarkan bantuan senilai 10 juta dolar AS. Namun bantuan itu bukan tanpa konsekuensi. Tawaran tersebut justru membawa Elina ke dalam dilema moral yang rumit sekaligus pusaran konspirasi bisnis berbahaya.
Dengan kombinasi konflik emosional, drama hubungan, dan intrik yang terus berkembang, serial ini berhasil menarik perhatian penonton lintas negara. Kini, setelah mengantongi rekor MURI dan mencatatkan tren di 34 negara, Love & 10 Million Dollars menjadi salah satu contoh bagaimana cerita lokal dapat menemukan tempatnya di panggung hiburan global.











