Keinginan Ratu dan Putri untuk merekam lagu religi mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya, Adi Kurnia Setiadi dan Melinda. Dukungan ini diberikan bukan tanpa alasan, melainkan karena nilai positif dan edukatif yang terkandung di dalamnya.
Melinda menjelaskan bahwa ide rekaman bermula dari permintaan sederhana anak-anak yang ingin bernyanyi untuk koleksi pribadi. Dari situ, muncul gagasan untuk memilih genre religi agar anak-anak tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga belajar nilai keimanan.
Adi menegaskan bahwa keterlibatan anak-anak di dunia hiburan harus berangkat dari kemauan sendiri. Ia menolak konsep paksaan. Menurutnya, anak-anak perlu menikmati masa kecil dengan bahagia dan bebas berekspresi secara sehat.
“Selama pendidikan tidak terganggu dan anak-anak menikmati prosesnya, kami sebagai orang tua akan mendukung,” ujar Adi.
Proses rekaman pun dijalani dengan penuh keceriaan. Ratu dan Putri terlihat menikmati setiap tahap, tanpa rasa tertekan. Mereka bahkan mengaku tidak mengalami kesulitan berarti saat menyanyikan lagu-lagu selawat.

Kecintaan terhadap lagu religi bukanlah hal baru bagi keluarga ini. Sejak dalam kandungan, anak-anak sudah terbiasa mendengar lantunan doa dan selawat. Kebiasaan tersebut terus berlanjut hingga kini.
Adi menilai, mengenalkan lagu religi di usia dini memiliki banyak manfaat. Selain mengisi memori anak dengan hal positif, kegiatan ini juga mengajarkan seni, disiplin, serta kecintaan pada nilai spiritual.
Melalui langkah sederhana ini, Ratu dan Putri diharapkan dapat menjadi contoh bahwa dunia hiburan dan pendidikan karakter dapat berjalan beriringan. Musik tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media pembelajaran dan penanaman nilai kebaikan sejak dini.











