C&R TV, Jakarta — Aktor Surya Saputra mengambil jalur hukum setelah menemukan sebuah akun di platform X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, mencatut foto dan namanya tanpa izin. Laporan polisi sudah dilayangkan, meski baru dua hari ia mengetahui keberadaan akun tersebut.
Surya menegaskan dirinya tidak pernah memiliki akun di X. Akun palsu itu menggunakan foto, nama, serta panggilan “Papa Surya” yang identik dengannya, dan aktif menuliskan komentar kasar serta ujaran yang merendahkan berbagai pihak.
“Khawatirnya orang jadi berpikir itu saya, karena pakai foto saya,” ujarnya.
Surya mengaku belum mengeluarkan klarifikasi resmi ke publik saat ditemui. Ia memilih mendahulukan proses hukum karena menganggap tindakan pencatutan itu sebagai bentuk ketidakhormatan yang serius.
“Saya pertama saya keganggu, ini disrespect, enggak sopan, enggak hormat. Ada jalur hukum di situ yang harus bergerak,” katanya.
Ia berencana menyampaikan klarifikasi melalui media sosialnya, terutama menjawab pertanyaan dari pengikutnya di Instagram yang sudah mulai mempertanyakan keaslian akun tersebut.
Konten Akun Sorot Fisik dan Pemerintah
Surya mengungkap bahwa pelaku diduga merupakan penggemar garis keras aktor Arya Saloka, yang kemungkinan besar juga penonton serial yang pernah ia bintangi. Konten akun itu menyasar banyak pihak, termasuk komentar soal fisik orang lain dan pernyataan bernada keras terhadap pemerintah.
Bagi Surya, konten semacam itu sangat bertentangan dengan nilai yang selama ini ia pegang dan sebarkan.
“Saya paling enggak suka orang ngomongin fisik orang. Aduh, paling anti itu. Bahwa orang diciptakan indah dengan segala kelebihan,” tegasnya.
Surya menyebut pelakunya bukan anak kecil berdasarkan informasi yang ia terima, meski identitas lengkap pelaku belum terungkap. Hal itu justru membuatnya semakin yakin untuk meneruskan proses hukum.
“Kalau sudah dewasa seperti ini ya harus bisa berpikir, ada segala tindakannya,” ujarnya.
Ia berharap kasus ini menjadi peringatan bagi siapapun agar tidak sembarangan mencatut foto dan identitas orang lain di media sosial.
“Semoga ini enggak terjadi sama orang lain. Enggak segampang itu kita ngambil foto orang, ngaku-ngaku sebagai orang. Enggak boleh itu,” pungkasnya.











