C&R TV, Queensland — Netflix resmi mengumumkan produksi film live action Gundam telah dimulai di Queensland, Australia. Proyek adaptasi anime legendaris ini akan tayang secara global melalui layanan streaming tersebut.
Pengumuman ini mengonfirmasi kabar yang selama ini beredar di kalangan penggemar. Proses syuting tidak lagi sebatas wacana, melainkan sudah berjalan di bawah arahan sutradara Jim Mickle.
Mickle dikenal atas karyanya di serial Sweet Tooth. Pendekatannya yang kuat pada pengembangan karakter dinilai cocok untuk menerjemahkan kompleksitas dunia Gundam yang sarat konflik politik dan moral.
Film ini tidak akan mengadaptasi ulang cerita klasik dari serial animenya. Netflix dan rumah produksi Legendary Pictures bersama Bandai Namco Filmworks memilih untuk menghadirkan narasi orisinal.
Kisahnya berpusat pada dua pilot mecha yang terjebak dalam perang panjang antara Bumi dan koloni luar angkasa. Mereka berada di sisi yang berlawanan namun harus menghadapi ancaman baru yang lebih besar.
Konflik personal kedua karakter tersebut akan menjadi inti cerita di tengah latar perang antariksa yang epik. Format ini disebut-sebut akan menggabungkan intensitas drama ruang angkasa dengan konflik kemanusiaan yang kelam.
Pemeran Strategis dan Tim Produksi
Proyek ambisius ini menampilkan deretan pemeran dengan daya tarik lintas generasi. Sydney Sweeney, ikon Gen Z yang melejit lewat Euphoria, didapuk sebagai salah satu pemeran utama.
Ia akan beradu akting dengan Noah Centineo yang dikenal luas dari berbagai film coming-of-age Netflix. Kehadiran keduanya diharapkan mampu menarik perhatian audiens muda di luar basis penggemar anime.
Lineup pemeran diperkuat oleh Shioli Kutsuna yang sebelumnya tampil di Deadpool & Wolverine. Michael Mando, aktor kawakan dari Better Call Saul, juga turut bergabung dalam proyek ini.
Nama Jason Isaacs yang baru-baru ini mencuri perhatian di The White Lotus turut melengkapi jajaran pemain. Komposisi ini mencerminkan strategi casting yang menyasar penggemar film blockbuster sekaligus penonton serial televisi prestise.
Dari sisi produksi, kolaborasi Legendary Pictures dan Bandai Namco Filmworks menjadi jaminan keseimbangan visi. Film ini diharapkan mampu mempertahankan DNA asli Gundam yang dikenal dengan cerita perangnya yang realistis dan abu-abu secara moral.
Sejak kemunculannya di Jepang pada akhir 1970-an, Gundam selalu menawarkan lebih dari sekadar pertarungan robot raksasa. Franchise ini konsisten menyajikan narasi tentang politik dan kemanusiaan yang dibalut aksi mecha.











