Sandra Dewi Syok: Tas Mewah dan Perhiasannya Ludes Dilelang

Tas Mewah Dan Perhiasan Sandra Dewi Ludes Dilelang Kejagung, Rp922 M Mengalir Ke Negara
Ratusan item ludes dalam hitungan hari, sementara satu aset besar masih menunggu giliran diketuk palu

C&R TV, Jakarta — Ratusan tas mewah dan perhiasan Sandra Dewi resmi berpindah tangan. Seluruhnya laku habis dalam BPA Fair yang digelar Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI, dengan total pemasukan mencapai Rp922.267.070.000.

Kepala BPA Kejagung Kuntadi menyebut lelang kali ini jauh melampaui ekspektasi. Target awal ditetapkan di angka 75 persen item terjual — realisasinya tembus 88,64 persen.

Baca Juga

“Target awal kami di angka 75 persen, namun capaiannya mencapai 88,64 persen. Dari 308 unit item barang yang dijual, laku 300 item,” kata Kuntadi dalam acara penutupan BPA Fair di Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).

Dari 308 item yang dilelang, lebih dari setengahnya adalah barang sitaan Sandra Dewi — puluhan tas mewah dan ratusan perhiasan. Semua habis terjual tanpa sisa.

Kuntadi merinci, pihaknya melelang barang-barang tersebut secara satuan maupun paket, bergantung pada nilai masing-masing item. Mekanisme ini terbukti efektif menghabiskan seluruh koleksi.

“Untuk tas ada 80-an sekian, untuk perhiasan mungkin 100-an sekian juga. Kami jual ada yang satuan, ada yang paket. Tergantung nilainya, kalau kecil kami jual satu paket… Tas dan perhiasan alhamdulillah laku semua, laku habis,” ujarnya.

Soal angka Rp922 miliar, Kuntadi meluruskan cara membaca hasil tersebut. Angka itu bukan keuntungan murni, melainkan selisih antara harga terjual dan harga limit awal.

Baca Juga

“Uang masuk sebesar Rp922.267.070.000, sehingga BPA Fair ini menghasilkan keuntungan. Mungkin bukan keuntungan, tapi selisih harga, kenaikan harga dari limit,” ucapnya.

Satu item belum tuntas: mobil sport milik Harvey Moeis. Kendaraan itu sudah dipamerkan di BPA Fair, namun proses penilaian nilai jualnya belum rampung. Kuntadi memastikan lelang akan digelar bulan depan.

“Mobil sport untuk next pelelangan yang tadi sudah kami pamerkan di depan itu, insya Allah bulan depan baru dilakukan lelang,” ungkapnya.

Dari Sidang ke Lelang: Perjalanan Aset Sandra Dewi

Semua bermula dari vonis terhadap Harvey Moeis dalam kasus korupsi tata niaga komoditas timah senilai Rp300 triliun. Seiring pemidanaan itu, negara menyita deretan aset pasangan tersebut — mulai dari town house, sejumlah bidang tanah dan bangunan, mobil mewah, 88 tas mewah, perhiasan dan logam mulia, hingga uang asing senilai USD 400 ribu (sekitar Rp6,4 miliar) dan rekening deposito senilai Rp33 miliar.

Sandra Dewi tidak tinggal diam. Dalam persidangan, ia menyatakan bahwa sebagian aset adalah miliknya pribadi, hasil kerja keras sendiri — bukan dari aliran uang korupsi sang suami.

Pada Oktober 2025, Sandra resmi mengajukan gugatan keberatan atas penyitaan tersebut. Namun dalam sidang keberatan, saksi memberikan keterangan yang justru memberatkan — ada aliran dana dari Harvey ke Sandra yang terekam.

Gugatan itu akhirnya dicabut sendiri oleh Sandra Dewi pada 28 Oktober 2025. Upaya mempertahankan aset pun resmi berakhir — dan kini, satu per satu koleksi yang pernah ia pertahankan di meja sidang, laku terjual di meja lelang.

Yuk, update terus kabar viral dan breaking news bareng Cek&Ricek TV! Langsung subscribe channel YouTube kami di: https://www.youtube.com/@ceknricektv. Jangan lupa aktifkan lonceng notifikasinya biar nggak ketinggalan video terbaru!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *