C&R TV, Jakarta — Di tengah konflik yang masih bergulir antara Ruben Onsu dan Sarwendah, perhatian publik mendadak melebar ke arah yang tak banyak diduga. Bukan hanya pernyataan dari kedua pihak yang menjadi bahan perbincangan, sejumlah unggahan dari sosok-sosok yang pernah berada dalam lingkaran Cherrybelle ikut menarik perhatian warganet.
Yang membuat publik semakin penasaran, unggahan tersebut muncul hampir bersamaan ketika polemik antara mantan pasangan itu sedang ramai dibahas. Meski tidak menyebut nama secara langsung, banyak pengguna media sosial mengaitkannya dengan Sarwendah dan kisah lamanya bersama grup yang membesarkan namanya.
Sorotan pertama datang dari Dino Raturandang, pendiri Cherrybelle. Lewat unggahan di Threads pada Rabu (3/6), ia kembali menyinggung keputusan yang pernah diambil terkait keluarnya salah satu personel grup.
“Iya dulu saya yang bikin Cherrybelle. Iya dulu saya yang termasuk ambil keputusan untuk mengeluarkan personil. Iya saya dibully gara-gara ambil keputusan itu. Sekarang? Udah terlihat kan? Senyumin aja,” tulis Dino.
Meski tidak menyebut siapa sosok yang dimaksud, unggahan itu langsung memancing berbagai spekulasi. Warganet kemudian mengaitkannya dengan Sarwendah, terlebih setelah Dino terlihat merespons komentar yang menyebut nama mantan personel Cherrybelle tersebut.
Kisah Lama Cherrybelle Kembali Disorot
Nama Sarwendah memang memiliki sejarah panjang bersama Cherrybelle. Saat grup tersebut debut pada 2011, ia menjadi salah satu dari sembilan anggota awal yang memperkenalkan fenomena girl group itu kepada publik Indonesia.
Namun perjalanan tersebut tidak berlangsung lama. Pada 2012, Sarwendah resmi keluar dari grup. Saat itu, alasan yang disampaikan kepada publik adalah faktor usia yang dianggap tidak lagi sesuai dengan kriteria yang ditetapkan manajemen.
Bertahun-tahun setelah peristiwa itu berlalu, Dino sempat memberi gambaran berbeda mengenai alasan yang disampaikan ke publik kala itu.
“Itu jawaban paling realistis walau agak aneh pas ngucapinnya haha,” tulisnya dalam balasan terhadap komentar netizen.
Pernyataan tersebut membuat kisah lama yang sempat tenggelam kembali menjadi bahan pembicaraan di tengah polemik yang sedang berlangsung saat ini.
Unggahan Mantan Rekan Ikut Menarik Perhatian
Tidak hanya Dino, mantan leader Cherrybelle, Cherly, juga mengunggah kalimat singkat yang kemudian ramai diperbincangkan.
“Waktu Tuhan pasti yang terbaik,” tulis Cherly melalui akun Threads miliknya.
Unggahan tersebut tidak menjelaskan konteks tertentu. Namun kemunculannya di tengah ramainya pemberitaan mengenai Sarwendah membuat sebagian publik ikut menghubungkannya dengan situasi yang sedang berkembang.
Sorotan serupa juga mengarah kepada Stefanny Margaretha atau Steffy. Mantan anggota Cherrybelle itu membagikan cerita mengenai proses seleksi dan pembentukan karakter dalam dunia idol.
Menurut Steffy, sebagian besar proses pelatihan calon anggota justru diisi dengan latihan fisik yang berat. Dari proses itulah karakter asli seseorang dinilai mulai terlihat.
“Dari 100 persen latihan, 80 persennya latihan fisik. 15 persen vokal, 5 persen koreo, dan ini dilakukan setiap hari berbulan-bulan. Yang dilihat apa? Kalau udah capek kelihatan sifat aslinya. Dari sana baru tau ternyata management lebih memilih yang attitude-nya bagus,” tulis Steffy.
Meski tidak ada satu pun unggahan yang secara eksplisit menyebut Sarwendah, kemunculan beberapa postingan tersebut dalam waktu berdekatan membuat perhatian publik ikut tertuju pada hubungan masa lalu para eks anggota Cherrybelle.
Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Masih Berlanjut
Di sisi lain, akar persoalan yang menjadi sorotan publik saat ini tetap berasal dari konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah.
Perseteruan keduanya bermula dari polemik terkait rumah yang kini ditempati Sarwendah bersama anak-anak mereka. Rumah tersebut disebut sebagai bagian dari harta gono-gini yang dimiliki selama pernikahan.
Situasi kemudian memanas ketika Ruben mengaku kesulitan bertemu kedua putrinya. Presenter berusia 42 tahun itu juga menyatakan selama ini rutin memberikan nafkah sebesar Rp200 juta per bulan.
Pihak Sarwendah memiliki pandangan berbeda. Mereka menyebut nafkah tersebut sudah tidak lagi dikirim sejak akhir 2025.
Ruben tidak membantah hal itu. Ia mengakui menghentikan pemberian nafkah dan menyebut langkah tersebut sebagai bentuk protes karena merasa tidak mendapat akses untuk bertemu anak-anaknya.
Hingga kini, polemik di antara keduanya belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Di tengah konflik yang terus berkembang itu, perhatian publik pun tidak lagi hanya tertuju pada Ruben dan Sarwendah, tetapi juga pada suara-suara dari masa lalu yang tiba-tiba kembali muncul ke permukaan.











