C&R TV, Jakarta — Angka kekayaan Elon Musk kini sudah melampaui batas yang selama ini hanya terdengar seperti imajinasi. Pendiri Tesla dan SpaceX itu resmi menyandang status sebagai triliuner pertama di dunia setelah nilai kekayaannya menembus US$ 1,05 triliun atau sekitar Rp 18.753 triliun.
Pencapaian tersebut membuat posisi Musk semakin jauh meninggalkan para miliarder lainnya. Bahkan, kekayaan pribadinya disebut lebih besar dibanding gabungan harta lima orang terkaya dunia setelahnya, sekaligus melampaui produk domestik bruto sejumlah negara seperti Taiwan, Irlandia, dan Swedia.
Lompatan besar itu terjadi setelah SpaceX menjalani debut yang sangat dinanti di bursa saham Amerika Serikat. Perusahaan antariksa milik Musk resmi melantai di Nasdaq pada Jumat (13/6) dan langsung mencuri perhatian pasar.
Saham SpaceX dengan kode emiten SPCX dibuka pada harga US$ 150 per lembar. Dari kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut, nilai kekayaan Musk melonjak hingga sekitar US$ 766 miliar.
Angka itu kemudian berpadu dengan kepemilikan saham Tesla yang diperkirakan bernilai sekitar US$ 280 miliar. Kombinasi kedua aset tersebut mengantarkan Musk menembus level kekayaan yang belum pernah dicapai siapa pun sebelumnya.
IPO SpaceX Pecahkan Rekor
Penawaran umum perdana saham atau IPO SpaceX disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah. Perusahaan berhasil menghimpun dana sekitar US$ 75 miliar atau setara Rp 1.339,5 triliun dari aksi korporasi tersebut.
Antusiasme investor terlihat sejak awal perdagangan. Harga saham SpaceX sempat menyentuh US$ 176,52 per lembar sebelum akhirnya ditutup di kisaran US$ 161.
Lebih dari 500 juta saham berpindah tangan pada hari pertama perdagangan. Volume transaksi itu mendekati rekor debut Facebook pada 2012 yang mencatat sekitar 580 juta saham diperdagangkan.
Penutupan perdagangan perdana tersebut membawa valuasi SpaceX mencapai sekitar US$ 2,1 triliun. Momentum positif bahkan berlanjut setelah jam bursa, menambah sekitar US$ 100 miliar terhadap kapitalisasi pasar perusahaan.
Ambisi Besar di Balik Dana IPO
Di tengah sorotan terhadap lonjakan kekayaannya, Musk menegaskan tujuan utama IPO bukan sekadar meningkatkan valuasi perusahaan.
Dalam siaran langsung bersama JPMorgan Chase, Musk mengatakan SpaceX telah mencatat arus kas positif sejak sekitar 2015. Menurutnya, langkah membawa perusahaan ke pasar saham dilakukan untuk mendukung fase pertumbuhan yang jauh lebih besar.
Dana yang diperoleh dari IPO akan diarahkan ke sejumlah proyek ambisius. Salah satunya adalah rencana menempatkan lebih dari 100.000 satelit komunikasi di orbit.
Selain itu, SpaceX juga menyiapkan pembangunan pusat data kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di luar angkasa, sebuah proyek yang menjadi bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam memperluas infrastruktur teknologi di luar Bumi.











