Rahma Sarita: Mulai Lari di Usia 50 Tahun, Kini Rutin Ikuti Half Marathon

Rahma Sarita Mulai Lari Di Usia 50 Tahun, Kini Rutin Ikuti Half Marathon
Rahma Sarita membuktikan usia 50 tahun bukan halangan untuk mulai rutin berlari hingga sukses mengikuti berbagai ajang half marathon. (20 kata)

C&R TV, Jakarta — Usia bukanlah penghalang untuk memulai gaya hidup sehat. Hal itu dibuktikan oleh Rahma Sarita yang mulai menekuni olahraga lari saat menginjak usia 50 tahun. Dalam waktu sekitar satu tahun, ia berhasil mengubah kebiasaan hidupnya hingga kini rutin mengikuti berbagai ajang lari, termasuk half marathon.

Bagi Rahma, mengikuti event lari bukan sekadar mengejar medali. Ia menganggap setiap perlombaan sebagai bagian dari latihan yang lebih serius. Karena itu, setiap ada kesempatan mengikuti event besar, ia selalu berusaha untuk ambil bagian.

Baca Juga

“Karena ikut event itu sama saja dengan latihan, cuma latihan lebih serius dan dapat medali. Jadi saya usahakan setiap kali ada event pasti ikut,” ujar Rahma.

Usia 50 bukan halangan. Rahma Sarita membuktikan konsistensi berlari menjadikannya pelari half marathon yang tangguh.

Dalam waktu dekat, Rahma juga bersiap mengikuti Jakarta International Marathon (JAKIM) yang akan digelar pada 14 Juni mendatang. Meski sempat mengalami cedera, semangatnya untuk tetap berada di garis start tidak surut.

Perjalanan Rahma sebagai pelari terbilang unik. Ia mengaku baru mulai berlari secara serius ketika memasuki usia 50 tahun. Sebelumnya, ia mulai merasakan penurunan mobilitas yang lazim dialami banyak orang seiring bertambahnya usia.

“Saya merasa mobilitas sudah mulai melambat. Naik turun tangga sudah tidak selincah dulu. Tapi setelah rutin olahraga, saya merasa seperti mendapatkan diri yang baru,” katanya.

Olahraga bukan sekadar hobi, melainkan investasi kesehatan jangka panjang yang menyenangkan saat dilakukan bersama teman.

Menurut Rahma, manfaat terbesar yang ia rasakan bukan hanya pada kemampuan berlari, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari. Tubuh menjadi lebih bugar, gerakan lebih ringan, dan stamina meningkat secara signifikan.

Baca Juga

Ia mengungkapkan bahwa latihan lari juga mendorongnya untuk melakukan latihan kekuatan atau strength training. Menurutnya, pelari tidak cukup hanya berlari, tetapi juga harus memperkuat otot-otot penyangga tubuh agar terhindar dari cedera.

“Kalau lari saja nanti cedera. Jadi mau tidak mau harus latihan beban juga, memperkuat lutut, kaki, hamstring, glute, dan otot lainnya,” ujarnya.

Setiap perlombaan lari adalah latihan serius. Tetap semangat berada di garis start demi menjaga kebugaran tubuh.

Rahma merasakan perubahan besar pada daya tahan tubuhnya. Jika dulu ia mudah lelah dan cepat kehabisan tenaga, kini ambang kelelahannya jauh lebih baik. Ia juga merasakan peningkatan pada sistem kardiovaskular yang membuatnya tidak mudah ngos-ngosan saat beraktivitas.

Meski demikian, perjalanan menjadi pelari aktif tidak selalu berjalan mulus. Rahma mengaku pernah mengalami cedera setelah mengikuti dua event half marathon dalam waktu yang berdekatan. Kurangnya waktu pemulihan membuat ototnya mengalami masalah yang memaksanya beristirahat dari latihan untuk sementara waktu.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting baginya tentang pentingnya recovery atau pemulihan setelah berolahraga intensif.

Rutin berolahraga membuat tubuh lebih bugar, gerakan menjadi lebih ringan, dan stamina meningkat secara signifikan.

Kini, Rahma tetap konsisten menjaga kebugaran dengan target sederhana, yakni berolahraga selama satu jam setiap hari. Saat akhir pekan atau hari libur, durasi latihan biasanya bertambah menjadi dua jam untuk long run.

Bagi Rahma, olahraga bukan lagi sekadar hobi, melainkan investasi kesehatan jangka panjang. Ia berharap semakin banyak orang, terutama yang telah memasuki usia 40 hingga 50 tahun, berani memulai gaya hidup aktif tanpa takut terlambat.

“Saya merasa jauh lebih fit sekarang. Jadi menurut saya tidak ada kata terlambat untuk mulai olahraga,” tuturnya.

Yuk, update terus kabar viral dan breaking news bareng Cek&Ricek TV! Langsung subscribe channel YouTube kami di: https://www.youtube.com/@ceknricektv. Jangan lupa aktifkan lonceng notifikasinya biar nggak ketinggalan video terbaru!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *