C&R TV, Jakarta – Sosok ratu kecantikan kerap identik dengan gemerlap panggung dan kehidupan serba mewah. Namun kisah Huynh Tran Y Nhi justru menampilkan sisi lain yang jarang tersorot publik luas.
Pemegang gelar Miss World Vietnam 2023 itu mendadak viral setelah publik mengetahui aktivitasnya sebagai sales assistant paruh waktu di butik Dior, Australia. Cerita tersebut memancing perhatian karena kontras dengan citra glamor ratu kecantikan.
Di usia 23 tahun, Huynh membuktikan bahwa gelar prestisius tak membuatnya enggan memulai dari bawah. Ia menjalani peran ganda sebagai mahasiswa internasional sekaligus pekerja paruh waktu.
Perjalanan Karier Y Nhi dari Mahkota ke Butik Dior
Keputusan Huynh bekerja paruh waktu berawal dari kebutuhan praktis selama menempuh pendidikan di Australia. Ia mengaku secara aktif mengirimkan curriculum vitae ke berbagai perusahaan.
Lamaran kerja tersebut ditujukan ke butik fashion ternama di pusat perbelanjaan hingga gerai kosmetik di bandara. Usaha itu akhirnya membuahkan hasil ketika Dior memanggilnya untuk wawancara.
Proses seleksi berlangsung ketat dan profesional. Setelah dinyatakan lolos, Huynh resmi bergabung sebagai sales assistant paruh waktu di gerai Dior Bandara Sydney.
Sebelum bekerja di rumah mode asal Prancis itu, Huynh sempat menambah pengalaman sebagai pegawai paruh waktu di sebuah toko sepatu. Langkah tersebut menjadi pijakan awalnya di dunia ritel.
Pengalaman kerja langsung di lapangan memberinya perspektif baru tentang disiplin dan pelayanan pelanggan. Ia menjalani setiap tugas dengan serius tanpa membawa status ratu kecantikan.
Kuliah di Australia dan Misi Membangun Masa Depan
Saat ini, Huynh tengah menempuh studi administrasi bisnis melalui program kolaborasi International University Vietnam National University-Ho Chi Minh City dengan University of Sydney. Program tersebut membawanya menetap di Australia.
Ia memilih pekerjaan dengan jam fleksibel agar tidak mengganggu kewajiban akademik. Prioritas utama tetap diberikan pada pendidikan formal yang sedang dijalaninya.
Menurut Huynh, bekerja sambil kuliah membantunya mengaplikasikan teori kampus ke dunia nyata. Ia juga merasa kemampuan komunikasi dan adaptasinya berkembang pesat.
Aktivitas tersebut membentuk kepercayaan diri baru. Ia merasa lebih siap menghadapi tantangan bisnis yang ingin digelutinya di masa depan.
Sejak tinggal di Australia, Huynh secara konsisten mencari pengalaman kerja sebagai bekal jangka panjang. Ia melihat dunia kerja sebagai ruang belajar, bukan sekadar sumber penghasilan.
Apresiasi Penyelenggara dan Perjalanan di Dunia Pageant
Langkah Huynh mendapat respons positif dari penyelenggara Miss World Vietnam. CEO Sen Vang Entertainment, Pham Kim Dung, secara terbuka menyampaikan rasa bangganya.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam sebuah acara pada November 2025. Pihak penyelenggara menilai sikap Huynh mencerminkan etos kerja dan kemandirian.
Di luar kuliah dan pekerjaan, Huynh tetap aktif menjalani kehidupan mahasiswa. Ia sesekali terlibat dalam pemotretan fashion dan menghadiri acara publik.
Pengalaman sebagai mahasiswa internasional rutin dibagikannya melalui media sosial. Konten tersebut memperlihatkan keseimbangan antara studi, kerja, dan kehidupan personal.
Pada momen tertentu, Huynh kembali ke Vietnam untuk menjalankan tugas sebagai ratu kecantikan. Pada Mei 2025, ia bahkan mengambil cuti satu semester.
Cuti tersebut diambil demi mengikuti ajang Miss World 2025. Dalam kompetisi itu, Huynh berhasil menembus jajaran Top 40 dunia.
Huynh lahir di Provinsi Gia Lai dan telah menyelesaikan dua dari empat semester studinya di Australia. Ia dijadwalkan menyelesaikan pendidikan dan lulus pada 2026.











