C&R TV, Jakarta — Tina Astari punya satu kata yang ia buang dari kosakata UMKM: “pelaku”.
Istri Menteri UMKM itu menegaskan sikapnya saat membuka Bazar Ramadan Darma Wanita Kementerian UMKM di Jakarta, Senin (10/3/2026).
“Aku enggak mau nyebut pelaku ya, enggak boleh. Karena pelaku tuh konotasinya selalu buruk-buruk ya. Ee pencopetan, pemerkosaan, pembunuhan. Jadi kita mengatakan bahwa sekarang semuanya pengusaha,” tegasnya.
Bazar yang berlangsung tiga hari — hingga 12 Maret 2026 — digelar atas kolaborasi Darma Wanita Kementerian UMKM dengan Epic Market Tria Nusantara. Sebanyak 120 UMKM ambil bagian, mulai dari usaha mikro rumahan hingga pengrajin kain tenun dengan harga jual Rp150 juta per lembar.
Dari Rumah ke Kementerian
Tina bukan pendatang baru di dunia ini. Ia sudah hampir delapan tahun menjalankan usaha sendiri — jauh sebelum suaminya menjabat Menteri UMKM.
Pengalaman itulah yang ia bawa ke meja diskusi dengan sang suami. Bukan sebagai istri, tapi sebagai pengusaha.
“Kalau saya punya kendala atau masalah… saya menempatkan diri saya bukan sebagai istri di situ, tapi saya sebagai pengusaha UMKM,” katanya.
Contoh konkretnya: kesulitan mengurus izin BPOM yang ia rasakan langsung sebagai pelaku usaha — kini menjadi masukan kebijakan.
Acara bazar ini pun dirancang sebagai respons atas hambatan nyata yang dihadapi UMKM. Selain berjualan, peserta mendapat akses pelatihan, kajian, konsultasi perizinan BPOM, sertifikasi halal, hingga layanan pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah kini membebaskan syarat agunan untuk KUR di bawah Rp100 juta.
67 Juta UMKM, Masih Banyak PR
Tina menyebut Indonesia memiliki 67 juta UMKM terdaftar — angka yang ia sebut “sangat luar biasa”, meski tantangan belum selesai.
“Walaupun masih banyak PR-nya UMKM karena ini Kementerian Baru, kita masih banyak PR-nya dan ini kita lagi pelan-pelan benahin, dampingin semuanya bersama-sama.”
Tidak ada target transaksi yang dipasang dalam bazar ini. Darma Wanita memilih model profit sharing — tanpa sewa booth — dan fokus mengundang tamu. Pembukaan hari pertama dihadiri Ibu-ibu Seruni, istri para Menteri Kabinet Merah Putih, serta perwakilan Darma Wanita dari berbagai kementerian dan lembaga.
Kampanye “Bangga Pakai Lokal” juga dijalankan di internal kementerian, dengan hari wajib mengenakan produk lokal.
Tina menutup dengan pesan yang ia akui lahir dari pengalaman sendiri.
“Harapan saya itu semoga dari belajar belajar belajar sehingga UMKM bisa lebih dewasa, lebih berkembang, lebih maju, dan lebih siap untuk bisa berdaya saing di pasar global, naik kelas dan bisa ekspor ke internasional.”











