C&R TV, Jakarta – Ummi Quari membuka kisah pribadinya setelah hubungan asmara selama lima tahun berakhir. Mantan kekasihnya kini menjadi masa lalu, dan Ummi fokus membangun versi terbaik dari dirinya sendiri.
Dia mengaku kunci utama perubahan adalah kebahagiaan dari dalam. Perawatan diri, olahraga, dan menjaga pola pikir positif menjadi rutinitasnya. “Kalau dari dalamnya bahagia, luarnya juga pasti terlihat,” ujar Ummi dengan penuh keyakinan.
Selain itu, lingkungan juga memegang peranan penting. Ummi menekankan pentingnya dikelilingi orang-orang baik dan suportif, yang membuatnya lebih mudah membuka hati untuk hal-hal baru, termasuk kemungkinan menjalin hubungan lagi.
Perjalanan Berat Tahun 2025 dan Pembelajaran Cinta
Tahun 2025 menjadi masa paling menantang bagi Ummi. Dia mengaku menghadapi tekanan emosional dan patah hati yang mendalam, terutama terkait hubungan asmara yang tak sejalan dengan harapannya. Namun, Ummi menekankan pentingnya ikhlas.
“Di awal-awal tahunnya sangat berat, tapi alhamdulillah, Allah ganti semuanya dengan rezeki dan kebahagiaan,” ujarnya. Pengalaman ini membuat Ummi belajar lebih selektif dalam memilih pasangan, memprioritaskan keselarasan visi, akhlak, dan kesepakatan keluarga.
Meski pernah terluka, Ummi mengaku tidak trauma. Dia tetap membuka diri pada kemungkinan cinta baru, namun dengan kriteria yang lebih matang. “Perjalanan lima tahun kan enggak gampang. Sekarang aku lebih tahu siapa yang cocok dan bagaimana seseorang harus bersikap,” jelasnya.
Karier, Impian, dan Passion
Selain asmara, Ummi menyoroti perkembangan kariernya. Dari dunia Lenong hingga akting dan podcasting, perjalanan kariernya kian menanjak. Dia menemukan kepuasan dalam mengembangkan kemampuan bertanya dan berinteraksi dengan bintang tamu di podcast.
Ummi juga menekankan pentingnya merencanakan masa depan. Dia berencana memiliki rumah dan usaha keluarga, termasuk bisnis fashion dan kuliner, yang mencerminkan minatnya sejak kecil. “Aku jatuh cinta banget sama dunia Lenong dan akting sejak umur 10 hingga 15 tahun,” tuturnya.
Rutin belajar, mencoba hal baru, dan memanfaatkan peluang menjadi fondasi bagi Ummi untuk terus berkembang. Ia memandang setiap tantangan sebagai proses untuk lebih dewasa, mandiri, dan bijaksana.
Selektivitas dalam Memilih Pasangan
Soal percintaan, Ummi menekankan prinsip selektivitas. Ia ingin pasangan yang baik, bersih, wangi, beradab, dan memiliki akhlak yang baik. Penampilan seperti rambut rapi dan kebiasaan mandi teratur juga menjadi perhatian.
Ummi menegaskan bahwa meski telah move on sepenuhnya dari mantan kekasihnya, hubungan baru tetap dijalani dengan matang dan penuh pertimbangan. “Kalau sudah dekat dan serius, baru aku pikirkan untuk dipublikasikan,” katanya.
Dengan pengalaman lima tahun hubungan yang berakhir baik-baik, Ummi percaya bahwa setiap patah hati adalah pelajaran berharga. Kesadaran akan kriteria pasangan dan visi hidup membuatnya lebih bijaksana dalam menyikapi percintaan ke depan.











