C&R TV, Jakarta — Batu nisan itu kini tampak berbeda. Nama Oxavia Aldiano — yang lebih dikenal sebagai Vidi Aldiano — telah terukir dalam huruf emas di atas permukaan batu gelap. Seratus hari setelah kepergiannya, makam sang penyanyi perlahan berubah menjadi ruang pertemuan bagi cinta yang tak ikut terkubur.
Di sebuah video singkat yang dibagikan Harry Kiss melalui Instagram reels, Vadi Akbar tampak berziarah dalam balutan kaus putih dan celana cokelat. Tidak jauh dari sana, penggemar datang membawa karangan bunga biru. Mereka bergantian berfoto di sisi makam, menyematkan kenangan di tempat yang kini menjadi penanda terakhir dari suara yang pernah menemani hari-hari mereka.
Lalu Harry Kiss tiba. Langkahnya tidak hanya membawa bunga, tetapi juga sebuah buku Yasin. Sampulnya istimewa — didesain langsung oleh Tara Basro, sahabat dekat Vidi. Di tangan sang ayah, benda itu bukan sekadar kitab doa, melainkan perpanjangan dari kehadiran orang-orang yang mencintai almarhum hingga detik ini.
Di tengah sunyi yang terekam dalam unggahan itu, Harry menuliskan pesan yang menusuk. “Hari ini, 15 Juni adalah tepat 100 hari Vidi berpulang. Dia telah bahagia di alam lain, di dimensi yang berbeda, tiada lagi sakit dan derita. Selamat jalan menuju cahaya, Nak,” tulisnya di keterangan video. Tidak ada amarah. Hanya cinta yang melepas dengan lembut.
Unggahan itu segera dipenuhi ribuan doa. Seorang netizen menulis, “100 hari sudah berlalu, tapi berasa kemarin. Al-Fatihah untuk alm. Oxavia Aldiano bin Harry Aprianto.” Yang lain menimpali, “Nggak kerasa sudah 100 hari ya. Aku masih berjuang dengan teman-teman di sini. Bahagia di surganya Allah ya Kak.”
Vidi Aldiano mengembuskan napas terakhir pada 7 Maret 2026. Kanker ginjal yang pertama kali didiagnosis pada 2019 menjadi awal dari perjalanan panjang yang penuh liku. Operasi pengangkatan ginjal di Singapura sempat membawa harapan. Tubuhnya dinyatakan bersih, sampai sel kanker itu kembali dua tahun kemudian dan memaksanya kembali ke ruang pengobatan.
Di tengah terapi yang ia jalani sejak 2022, Vidi menolak berhenti. Album “Senandika” lahir dari masa-masa itu, bersama kehadirannya sebagai co-host podcast PodHub milik Deddy Corbuzier. Namun menjelang akhir 2025, tubuhnya tak lagi mampu berkompromi. Ia memutuskan berhenti kemoterapi dan menarik diri dari panggung yang selama ini menjadi rumahnya.
Beberapa bulan sebelum Vidi pergi, Sheila Dara, istrinya, berdiri di atas panggung Festival Film Indonesia. Tanggal 20 November 2025, ia dinobatkan sebagai Aktris Terbaik. Kemenangan itu kini terasa seperti pelukan panjang yang belum selesai.
Hari ini, di hari ke-100, nisan Vidi bukan hanya batu dengan nama berlapis emas. Ia adalah titik temu bagi ayah yang membacakan Yasin, adik yang datang dengan kesederhanaan penuh duka, sahabat yang menitipkan desain, dan penggemar yang tak berhenti membawa bunga biru — warna yang mungkin hanya mereka dan Vidi yang tahu artinya.











