Fans Hadiahkan Al-Quran ke Anne Hathaway di Premiere “The Devil Wears Prada 2”

Viral Ucap Insyaallah, Anne Hathaway Dapat Hadiah Al Quran Di London
Seorang fans menghadiahkan Al-Quran kepada Anne Hathaway saat premiere "The Devil Wears Prada 2" di London, dipicu viralnya ucapan InsyaAllah aktris berusia 43 tahun itu.

C&R TV, London — Di sela kerumunan premiere “The Devil Wears Prada 2” di London, Rabu (23/4/2026), seorang fans menghampiri Anne Hathaway dengan membawa sebuah buku. Buku itu adalah Al-Quran.

Anne menerimanya dengan tangan terbuka. Ia meladeni fans tersebut dengan ramah dan mengucapkan terima kasih atas pemberian itu.

Baca Juga

Momen ini bukan muncul dari ruang kosong. Beberapa waktu sebelumnya, Anne viral setelah sebuah wawancara eksklusifnya bersama People beredar luas — di sana ia mengucap frasa “InsyaAllah” secara fasih.

Saat itu Anne sedang bicara soal kehidupan dan masa depan di usianya yang kini 43 tahun. “Saya ingin memiliki kehidupan yang panjang dan sehat, InsyaAllah saya harap begitu,” ujar Hathaway dengan tersenyum.

Anne Hathaway tumbuh dalam tradisi Katolik Roma. Ia bahkan sempat bercita-cita menjadi biarawati sebelum akhirnya memilih jalur seni peran.

Pada 2012, Anne menikah dengan Adam Shulman — seorang Yahudi — dalam upacara tradisional Yahudi. Soal keyakinannya saat ini, Anne tidak pernah berbicara gamblang. Ia hanya menyebut dirinya pribadi yang spiritual, meski tidak religius.

Ketika Istilah Islam Jadi Bahasa Global

Anne bukan satu-satunya figur global yang menggunakan istilah dari tradisi Islam. Cristiano Ronaldo dan streamer fenomenal IShowSpeed sesekali menggunakan “InsyaAllah,” “Wallahi,” atau ungkapan serupa dalam percakapan sehari-hari mereka. Ketika Ronaldo bergabung dengan Al Nassr FC di Saudi Pro League, ia masuk ke dalam ekosistem sosial dan budaya yang berbeda — dan bahasa menjadi salah satu bentuk adaptasi paling cepat.

Baca Juga

Fenomena ini, menurut publikasi Language, Globalization, and Faith dari al-milal.org, berkaitan dengan perubahan yang lebih dalam. “Globalisasi terus memperpendek jarak antarbudaya… cara agama-agama dunia menyampaikan pesannya sedang mengalami transformasi yang mendalam,” tulis publikasi tersebut.

Dari sisi keislaman, Ustaz Derry Sulaiman pernah menerangkan soal makna InsyaAllah dalam keseharian Muslim. Ia menegaskan bahwa ucapan ini tidak eksklusif untuk satu kelompok saja.

“InsyaAllah kan ‘jika Allah menghendaki’, kan itu syarat untuk orang ketika dia mengucapkan janji atau niat baik ‘kan? Itu ya memang bukan milik orang Islam saja, siapa saja boleh ngucapin. Kan memang agama ini ‘kan untuk seluruh manusia,” kata Ustaz Derry Sulaiman.

Di media sosial, “wallahi” kini sering dipakai untuk menegaskan sesuatu secara hiperbolik — mirip “sumpah” atau “serius banget” — jauh dari muatan religiusnya yang asli. Fenomena serupa pernah terjadi pada kata “karma” dari tradisi Hindu-Buddha, yang kini digunakan secara global tanpa selalu dipahami secara filosofis.

Yuk, update terus kabar viral dan breaking news bareng Cek&Ricek TV! Langsung subscribe channel YouTube kami di: https://www.youtube.com/@ceknricektv. Jangan lupa aktifkan lonceng notifikasinya biar nggak ketinggalan video terbaru!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *