C&R TV, Jakarta — Di tengah derasnya sorotan publik terhadap konflik yang melibatkan dirinya dan Ruben Onsu, Sarwendah akhirnya memilih angkat bicara. Bukan untuk memperpanjang polemik, melainkan menyampaikan permintaan maaf setelah sejumlah potongan video yang beredar luas di media sosial memicu reaksi keras dari publik.
Permintaan maaf itu muncul setelah namanya menjadi perbincangan selama beberapa hari terakhir. Video live yang menampilkan ucapannya viral dan memancing beragam respons, termasuk gelombang kritik hingga seruan boikot di media sosial.
Dalam video yang diunggah melalui akun pribadinya, Sarwendah mengakui bahwa potongan video yang beredar telah menimbulkan kegaduhan.
“Sebagai manusia biasa yang tidak luput dari dosa dan kesalahan, saya menyadari potongan video yang beredar tersebut sudah membuat kegaduhan di media sosial,” ujar Sarwendah.
Mantan personel Cherrybelle itu juga menyadari bahwa perkataannya dalam video tersebut tidak mencerminkan sikap yang baik maupun rendah hati.
“Saya menyadari bahwa kata-kata saya tersebut tidak menunjukkan kebaikan maupun kerendahan hati,” tuturnya.
Sarwendah kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa terdampak oleh video yang viral tersebut.
“Oleh karena itu, saya minta maaf dari lubuk hati saya kepada semuanya. Saya minta maaf atas video yang beredar tersebut dan terhadap semua yang telah terdampak oleh karena hal tersebut,” lanjutnya.
Bermula dari Persoalan Nafkah Anak
Polemik antara Sarwendah dan Ruben Onsu sebenarnya tidak muncul begitu saja. Konflik itu lebih dulu memanas setelah muncul pernyataan dari pihak Sarwendah terkait nafkah anak pasca-perceraian.
Melalui kuasa hukumnya, Sarwendah mengungkap adanya kesepakatan yang dibuat sebelum perceraian, di mana Ruben disebut bertanggung jawab terhadap biaya pemeliharaan anak-anak mereka.
Namun, menurut pihak Sarwendah, kesepakatan tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya karena Ruben disebut tidak lagi memberikan nafkah sejak akhir 2025.
Di sisi lain, Ruben tidak membantah hal tersebut. Ia mengakui sudah menghentikan pemberian nafkah anak, tetapi memiliki alasan tersendiri.
Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben menyampaikan bahwa dirinya merasa kewajiban terus dijalankan sementara haknya untuk bertemu anak-anak tidak terpenuhi.
“Ruben berpikir, ‘kewajibanku kubayar terus bahkan melampaui apa yang seharusnya, hakku aku enggak dapat’,” ujar Minola.
Menurut Minola, keputusan itu juga menjadi bentuk protes Ruben terhadap situasi yang sedang dihadapinya.
“Oh dia juga ingin menunjukkan aksi protesnya. ‘Aku juga bisa tidak melaksanakan kewajibanku’,” lanjutnya.
Bahkan, Ruben sempat menyatakan kesediaannya mengambil alih pengasuhan anak jika dianggap tidak mampu menjalankan kewajiban tersebut.
“Ya udah, kalau saya tidak sanggup, serahkan saja ke saya, saya yang membesarkan,” kata Ruben.
Video Viral Memperkeruh Situasi
Saat perdebatan mengenai nafkah anak dan persoalan harta bersama masih berlangsung, muncul potongan video live Sarwendah yang kemudian menyebar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, Sarwendah diduga menyinggung nominal Rp200 juta yang dikaitkan dengan nafkah anak. Ia juga disebut menyatakan tidak membutuhkan uang dari mantan suaminya.
Video lain yang beredar turut memicu kontroversi karena memuat ucapan bernada kasar yang kemudian menuai kecaman publik.
Tak butuh waktu lama, berbagai reaksi bermunculan di media sosial. Sebagian warganet menilai ucapan tersebut tidak pantas disampaikan di ruang publik, sementara yang lain meminta kedua pihak menyelesaikan persoalan mereka secara tertutup demi kepentingan anak-anak.
Ingin Menyelesaikan Secara Kekeluargaan
Di akhir pernyataannya, Sarwendah menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mengabaikan kepercayaan yang selama ini diberikan publik.
“Percayalah saya tidak ingin mengecewakan kepercayaan yang telah kalian berikan selama ini. Dan ke depan, saya perlu lebih bijak lagi, lebih mengenal dampak yang bisa saya perbuat di ruang publik,” katanya.
Ia juga meminta ruang dan waktu agar persoalan pribadinya dapat diselesaikan dengan cara yang lebih baik.
“Saya mohon kepada semua untuk memberikan ruang dan waktu bagi saya menyelesaikan urusan pribadi saya ini dengan lebih baik, secara kekeluargaan, dan penuh kedewasaan,” tutup Sarwendah.
Permintaan maaf tersebut kini menjadi babak baru dalam polemik yang masih menyita perhatian publik. Di tengah sorotan yang terus mengarah kepada keduanya, banyak pihak berharap konflik tersebut dapat menemukan jalan keluar yang lebih tenang demi kepentingan keluarga dan anak-anak mereka.











