C&R TV, Jakarta — Saat publik masih mengikuti polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah yang belum juga mereda, sebuah istilah baru tiba-tiba menjadi sorotan. Bukan soal nafkah anak, hak asuh, atau sengketa harta bersama, melainkan dua kata yang memicu reaksi keras dari Ruben: mantan ayah.
Istilah tersebut muncul dalam pernyataan kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, ketika membahas persoalan nafkah anak pasca-perceraian. Ucapan itu kemudian menyebar luas dan memunculkan gelombang reaksi, termasuk dari Ruben sendiri.
Dalam keterangannya kepada media, Chris menegaskan bahwa Sarwendah tidak bergantung secara finansial kepada mantan suaminya. Namun saat menjelaskan soal kewajiban terhadap anak-anak, ia menggunakan istilah yang kemudian menjadi polemik.
“Jangan lagi di-framing klien kami ini butuh uang karena distop, tidak. Klien kami ini dari sebelum perceraian sudah menjadi wanita yang mandiri secara finansial, tidak lagi bergantung,” ujar Chris.
Ia kemudian melanjutkan, “Tetapi apabila ada kewajiban dari ‘mantan ayah’ yang memang secara undang-undang sudah diatur, secara kesepakatan sudah diatur, tetapi tidak dijalankan, salah tidak?”
Ruben Onsu Langsung Bereaksi
Tak butuh waktu lama, Ruben menunjukkan responsnya. Presenter berusia 42 tahun itu mengunggah potongan video pernyataan Chris ke akun Threads miliknya dan memberikan komentar yang langsung menyita perhatian warganet.
Menurut Ruben, status seorang ayah tidak memiliki masa berlaku meski hubungan suami istri telah berakhir.
“Saya kira status ayah itu seumur hidup, ternyata menurut teori baru bisa expired juga. Mohon izin pak lawyer diluruskan, nggak ada istilah MANTAN AYAH,” tulis Ruben.
Unggahan tersebut segera ramai diperbincangkan. Banyak pengguna media sosial yang ikut menyoroti penggunaan istilah tersebut dan mempertanyakan relevansinya dalam konteks hubungan orang tua dan anak.
Sejumlah komentar bahkan menilai istilah itu tidak tepat digunakan karena status ayah dianggap melekat seumur hidup.
Konflik yang Terus Berkembang
Polemik terbaru ini menambah panjang daftar persoalan yang belakangan menyeret nama Ruben dan Sarwendah ke ruang publik.
Sebelumnya, keduanya terlibat perbedaan pandangan terkait nafkah anak, hak asuh, hingga rumah yang menjadi bagian dari harta bersama. Konflik semakin memanas setelah Ruben mengaku kesulitan bertemu anak-anaknya dan memilih menghentikan pemberian nafkah selama beberapa bulan terakhir sebagai bentuk protes.
Di sisi lain, Sarwendah sempat menjadi sorotan usai potongan siaran langsungnya viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia diduga menyinggung mantan suaminya sambil melontarkan kata-kata kasar dan membahas nominal Rp200 juta yang ramai diperbincangkan publik.
Ucapan tersebut kemudian menuai kritik hingga mendorong Sarwendah menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui media sosial.
“Saya menyadari bahwa kata-kata saya tersebut tidak menunjukkan kebaikan maupun kerendahan hati. Oleh karena itu, saya minta maaf dari lubuk hati saya kepada semuanya,” ujar Sarwendah dalam video klarifikasinya.
Belum Terlihat Tanda Perdamaian
Meski permintaan maaf telah disampaikan, ketegangan di antara kedua belah pihak tampaknya belum benar-benar mereda. Munculnya polemik baru terkait istilah “mantan ayah” menunjukkan bahwa konflik yang sebelumnya berpusat pada nafkah dan hak asuh kini terus berkembang ke berbagai aspek lain.
Hingga saat ini belum ada sinyal yang menunjukkan Ruben Onsu dan Sarwendah akan menyelesaikan perselisihan mereka dalam waktu dekat. Namun satu hal yang pasti, setiap perkembangan terbaru dalam konflik ini masih menjadi perhatian besar publik dan terus memicu perbincangan di media sosial.











