C&R TV, Jakarta — Industri film Asia kembali menunjukkan geliat baru lewat sebuah kolaborasi yang mempertemukan Korea Selatan dan Indonesia dalam satu proyek layar lebar yang langsung mencuri perhatian pelaku industri hiburan.
Kerja sama ini bermula ketika rumah produksi Korea Selatan JJan E&M resmi menggandeng rumah produksi Indonesia Trois Films untuk mengembangkan proyek film bersama yang akan melibatkan talenta dari kedua negara dalam satu produksi.
Pengumuman kolaborasi tersebut disampaikan dalam sebuah acara di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada Rabu (17/6/2026), dan sejak saat itu langsung menjadi sorotan karena dinilai membuka babak baru kerja sama lintas negara di industri film Asia.
Tidak hanya berhenti pada satu proyek, kolaborasi ini juga dirancang untuk mencakup pengembangan konten, distribusi, pertukaran talenta, hingga pemanfaatan teknologi produksi yang lebih luas di masa mendatang.
CEO JJan E&M, Choi Woo Young, menyebut bahwa kerja sama ini terjadi di tengah perubahan besar industri hiburan global, di mana konten Asia semakin mendapatkan tempat di pasar internasional.
“Saat ini pasar media global sedang berada di titik perubahan besar di mana konten lokal Asia semakin diutamakan dan berkembang,” ujarnya.
Ia juga menilai Indonesia memiliki posisi strategis di kawasan Asia Tenggara karena didukung oleh populasi muda yang besar serta pertumbuhan konsumsi konten digital yang sangat cepat.
Menurutnya, kombinasi antara pertumbuhan OTT berbasis mobile dan box office bioskop membuat Indonesia menjadi salah satu pasar paling menjanjikan di kawasan saat ini.
“Khususnya pasar konten Indonesia dan Vietnam sangat menonjol karena pertumbuhan OTT mobile dan box office bioskop offline berkembang sangat pesat secara bersamaan,” lanjutnya.
Dari pihak Indonesia, CEO Trois Films, Lok S. Iman, menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada produksi film, tetapi juga membuka ruang kerja sama yang lebih luas di berbagai aspek industri kreatif.
Ia memastikan bahwa proyek film pertama dari kerja sama ini sudah dipersiapkan dan akan segera memasuki tahap produksi dalam waktu dekat.
“Pertama kita akan co-production untuk film. Dalam waktu dekat ini kita akan segera memproduksi feature film,” ujarnya.
Kolaborasi ini menjadi langkah awal yang menandai semakin terbukanya ekosistem industri film Asia, di mana kerja sama lintas negara dipandang sebagai peluang besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas.











