C&R TV, Jakarta — Bagi banyak musisi, momen merilis lagu baru selalu datang dengan campuran rasa antusias, tegang, sekaligus penuh harapan. Hal serupa juga dirasakan Lesti Kejora saat kembali menyapa pendengar lewat karya terbarunya.
Penyanyi asal Cianjur itu resmi merilis single ke-31 berjudul Kura Kura Dalam Perahu pada 17 Juni 2026 melalui 3D Entertainment. Lagu ciptaan Adibal Sahrul tersebut kini sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital, sementara video musik resminya juga dirilis pada hari yang sama.
Namun di balik perilisan karya barunya, ada satu hal yang ternyata selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan musikal Lesti. Sebelum lagu itu sampai ke telinga publik, ada satu sosok yang lebih dulu ia mintai pendapat—sang ayah, Endang Mulyana atau yang akrab dikenal sebagai Ayah Kejora.
Bagi Lesti, kebiasaan ini bukan sesuatu yang baru. Sejak dulu, meminta masukan dari ayahnya menjadi ritual personal yang hampir tak pernah ia lewatkan setiap kali akan merilis karya baru.
Ia mengaku langsung jatuh hati saat pertama kali mendengar lagu tersebut. Bukan hanya karena melodinya terdengar enak, tetapi juga karena liriknya memiliki makna yang kuat dan penuh kiasan.
“Ketika aku dikasih lagu ini sama Kak Adi, aku langsung suka karena musiknya enak, liriknya juga penuh kiasan. Aku sampai mikir, kok bisa ya Kak Adi kepikiran bikin lirik seperti ‘untuk apa kau semai benih di batu karang, mana mungkin tumbuh mekar dan berkembang’,” ujar istri Rizky Billar itu.
Restu Ayah Jadi Penambah Keyakinan
Meski sudah menyukai lagunya sejak awal, Lesti tetap merasa ada satu validasi yang penting sebelum benar-benar melangkah ke tahap perilisan.
Validasi itu datang dari ayahnya.
Menurut Lesti, pendapat Ayah Kejora selalu punya arti besar karena sang ayah adalah sosok yang menyaksikan langsung seluruh perjalanan kariernya—dari panggung-panggung kecil hingga kini menjadi salah satu pedangdut papan atas Indonesia.
“Pas tahu single ini mau rilis, aku nanya dulu ke Bapak pendapatnya tentang lagu ini gimana. Aku memang punya kebiasaan kalau mau rilis lagu selalu tanya pendapat Bapak. Dan ternyata beliau suka sama lagu ini, makanya aku jadi makin yakin single ini akan jadi sesuatu,” kata Lesti.
Ada alasan emosional di balik kebiasaan itu. Bagi Lesti, restu dan dukungan ayah bukan sekadar pendapat keluarga, melainkan sumber keyakinan yang membuatnya lebih percaya diri saat memperkenalkan karya baru ke publik.
Terlibat Langsung dalam Music Video
Tak hanya fokus pada lagunya, Lesti juga terlibat cukup jauh dalam penggarapan video musik untuk Kura Kura Dalam Perahu.
Pengambilan gambar dilakukan di sebuah studio di Jakarta Selatan dengan konsep yang disusun bersama tim produksi. Meski eksekusi visual dipercayakan kepada rumah produksi, Lesti tetap memberikan arahan agar hasil akhirnya sesuai dengan karakter yang ia inginkan.
Ia mengaku ingin video musiknya terasa dramatis, tetapi tetap mampu menampilkan sisi elegan dan visual yang cantik.
“Konsep music videonya aku serahin ke PH. Pokoknya aku mau yang dramatis tapi tetap kelihatan cantik. Alhamdulillah aku punya tim yang ngerti banget maunya aku. Aku suka banget sama hasil music videonya. Aku juga pakai tiga gaun, dan semuanya aku pilih sendiri. Best banget pokoknya,” tutupnya.
Bagi Lesti, single ke-31 ini bukan sekadar tambahan karya dalam diskografi panjangnya. Ada sentuhan personal, keyakinan, dan restu keluarga yang membuat lagu ini terasa jauh lebih spesial.











