C&R TV, Jakarta — Selama bertahun-tahun Jakarta sering menjadi bahan perdebatan. Kota ini identik dengan kemacetan, polusi, dan berbagai persoalan urban yang tak kunjung selesai. Namun di balik segala kritik itu, ada kenyataan lain yang diam-diam tumbuh: Jakarta semakin menarik perhatian dunia dan kini berhasil membuktikannya lewat sebuah pencapaian bergengsi.
Ibu kota Indonesia tersebut berhasil masuk dalam daftar 100 World’s Best Cities 2026 yang dirilis Resonance Consultancy. Bukan sekadar masuk daftar, Jakarta bahkan menempati posisi ke-53 dunia dan berhasil berada di atas sejumlah kota besar yang selama ini lebih dulu dikenal secara global, mulai dari Washington DC di Amerika Serikat, Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, Busan di Korea Selatan, hingga Delhi di India.
Pencapaian itu menjadi menarik karena Jakarta tidak hanya dinilai dari kekuatan ekonominya, tetapi juga dari seberapa besar kota ini dicintai dan dinikmati oleh masyarakat maupun wisatawan. Dalam laporannya, Resonance Consultancy melihat adanya daya tarik yang terus menguat, terutama pada sektor wisata, hiburan, dan popularitas di media sosial.
“Kota metropolitan terpadat kedua di dunia ini sedang tenggelam, tapi prosesnya belum selesai,” tulis Resonance Consultancy dalam laporannya.
Meski terdengar seperti ironi, pernyataan itu justru menggambarkan bagaimana Jakarta terus bertransformasi. Di tengah berbagai tantangan, kota ini tetap berkembang dan membangun identitas baru yang lebih dekat dengan gaya hidup urban modern.
Salah satu nilai terbaik Jakarta datang dari kategori lovability atau daya tarik kota. Dalam kategori ini, Jakarta berhasil menempati posisi ke-28 dunia. Beragam destinasi wisata keluarga, kawasan kota yang semakin fotogenik, serta aktivitas masyarakat yang aktif di media sosial menjadi faktor penting yang mengangkat citra Jakarta di mata dunia.
Kawasan Kota Tua yang telah direvitalisasi menjadi salah satu wajah baru Jakarta yang ramai dikunjungi. Sementara itu, rooftop di kawasan SCBD menawarkan pengalaman urban yang berbeda, sedangkan Pantai Indah Kapuk berkembang menjadi salah satu destinasi favorit dengan beragam pilihan kuliner, hiburan, dan ruang terbuka yang menarik perhatian generasi muda.
Daya tarik tersebut rupanya tidak berhenti di situ. Resonance Consultancy juga menempatkan Jakarta dalam jajaran 10 besar dunia untuk kategori Family-Friendly Attractions dan Shopping. Banyaknya pusat perbelanjaan, ruang publik, hingga pilihan hiburan keluarga membuat Jakarta dinilai semakin nyaman untuk dikunjungi maupun ditinggali.
Kehidupan digital masyarakat Jakarta pun ikut memberi pengaruh besar. Dalam laporan itu, Jakarta berada di posisi kesembilan dunia untuk jumlah unggahan Instagram dan peringkat kedelapan dunia untuk konten TikTok. Angka tersebut menunjukkan bahwa berbagai sudut kota ini semakin sering muncul dan diperbincangkan oleh masyarakat global.
Di sisi lain, perkembangan transportasi juga menjadi perhatian khusus. Resonance menilai konektivitas Jakarta terus membaik dan perlahan membantu mengurangi persoalan mobilitas yang selama ini menjadi tantangan utama kota ini.
“Konektivitas diam-diam semakin meningkat sehingga meredakan kemacetan lalu lintas yang terkenal parah,” tulis laporan tersebut.
Keberadaan LRT Jabodebek, pembangunan MRT Jakarta Fase 2 menuju Kota Tua, hingga layanan kereta bandara menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta disebut menjadi faktor yang memperkuat hubungan antarkawasan dan membuat aktivitas masyarakat semakin efisien.
Menariknya, meskipun status ibu kota negara telah resmi berpindah ke Ibu Kota Nusantara, Resonance menilai Jakarta tidak kehilangan pengaruhnya. Sebaliknya, kota ini masih menjadi pusat gravitasi ekonomi Indonesia dan terus menarik investasi dari berbagai sektor.
“Ya, ibu kota negara akan pindah ke Nusantara, tetapi Jakarta tetap menjadi pusat gravitasi ekonomi,” tulis Resonance Consultancy.
Laporan tersebut juga menyoroti tumbuhnya kawasan pusat data di koridor Bekasi-Cikarang yang mendukung perkembangan komputasi awan dan kecerdasan buatan. Sementara itu, pembangunan gedung perkantoran premium di Sudirman-Thamrin, Kuningan, hingga TB Simatupang menunjukkan bahwa Jakarta masih terus bergerak dan berkembang.
Pada akhirnya, pencapaian ini bukan hanya soal angka peringkat. Ada cerita tentang sebuah kota yang selama ini kerap dipandang penuh masalah, tetapi perlahan membangun citra baru di mata dunia. Jakarta mungkin belum sempurna, tetapi kota ini terus berubah, dan rupanya perubahan itu mulai mendapat pengakuan di panggung global.













