C&R TV, Jakarta — Nama Barbie Hsu kembali menjadi perbincangan, bukan karena layar kaca atau nostalgia drama legendaris “Meteor Garden”, melainkan karena sebuah penghormatan yang melampaui batas bumi. Aktris yang telah berpulang itu kini diabadikan menjadi nama sebuah asteroid, seolah menjadikan jejaknya tetap hidup di antara bintang-bintang.
Kabar ini terungkap melalui laporan Sing Tao Daily pada Jumat, 19 Juni 2026. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa nama asli Barbie Hsu dalam bahasa Mandarin, Xuxiyuan, kini resmi digunakan sebagai identitas asteroid bernomor 208663 yang berada di luar angkasa.
Di balik penamaan itu, terdapat sosok astronom Hong Kong, Yang Guangyu, yang mengusulkan nama tersebut. Usulan itu kemudian mendapat persetujuan dari International Astronomical Union (IAU), lembaga yang berwenang dalam penamaan objek astronomi di dunia.
Dari Observasi Langit hingga Nama yang Diabadikan
Asteroid 208663 sendiri bukan objek yang baru ditemukan kemarin. Benda langit tersebut pertama kali diamati pada tahun 2002 dari Observatorium Desert Eagle di Arizona, Amerika Serikat.
Yang Guangyu, yang mengusulkan nama tersebut, dikenal memiliki kebiasaan memberikan nama tokoh-tokoh terkenal Asia pada asteroid temuannya. Sebelumnya, ia juga pernah mengabadikan nama sejumlah figur publik seperti Leslie Cheung, Teresa Teng, Andy Lau, Brigitte Lin, hingga Faye Wong pada objek langit yang ia temukan.
Tradisi penamaan itu bahkan tidak berhenti di Asia saja. Nama musisi Amerika Serikat Elliott Smith juga pernah diabadikan menjadi asteroid 861969 Elliottsmith, sebagai bentuk penghormatan terhadap karya dan pengaruhnya.
Warisan Barbie Hsu yang Tak Hilang
Barbie Hsu sendiri dikenal luas lewat perannya dalam drama fenomenal “Meteor Garden” dan “Corner with Love”, yang menjadikannya salah satu ikon budaya pop Asia pada masanya.
Kepergiannya pada 2 Februari 2025 meninggalkan duka mendalam bagi penggemar. Ia meninggal dunia setelah mengalami influenza yang berkembang menjadi pneumonia saat berlibur di Jepang. Setelah dikremasi di Jepang, abunya kemudian dipulangkan ke Taiwan pada 5 Februari untuk dimakamkan di Chin Pao San Cemetery.
Ia meninggalkan suami, Koo Jun Yup, serta dua anak dari pernikahan sebelumnya.
Bagi para penggemar, penamaan asteroid ini bukan sekadar formalitas ilmiah. Lebih dari itu, ini menjadi simbol bahwa sosok Barbie Hsu dan karya-karyanya akan terus dikenang, bahkan setelah ia tiada.
Nama Xuxiyuan yang kini melintasi ruang angkasa dianggap sebagai bentuk penghormatan yang membuat warisannya terasa abadi—tidak hanya di hati penggemar, tetapi juga di langit yang tak berbatas.











