Ussy Sulistiawaty Makin Mencintai Diri Sendiri Setelah Tinggalkan Gaya Hidup Konsumtif

Ussy Sulistiawaty Makin Mencintai Diri Sendiri Setelah Tinggalkan Gaya Hidup Konsumtif
Tak lagi mengejar semua yang diinginkan, Ussy justru menemukan rasa cukup yang membuatnya semakin nyaman menjalani hidup
banner-ad

C&R TV, Jakarta — Ada masa ketika hampir semua barang yang diinginkan Ussy Sulistiawaty terasa harus dimiliki. Tas dari merek ternama, sepatu dengan model terbaru, hingga parfum dari berbagai label dunia pernah menjadi bagian dari kesehariannya. Namun seiring bertambahnya usia, perempuan yang selama ini identik dengan kehidupan glamor itu justru menemukan kebahagiaan dari sesuatu yang jauh lebih sederhana: rasa cukup dan kenyamanan menjadi dirinya sendiri.

Perubahan itu tidak terjadi dalam semalam. Ussy mengaku perlahan mulai meninggalkan kebiasaan konsumtif yang dulu begitu melekat dalam hidupnya. Kini, ia tidak lagi merasakan dorongan yang sama untuk selalu mengejar barang terbaru. Ada ketenangan yang justru ia temukan ketika memutuskan untuk menikmati apa yang sudah dimiliki, dan dari situlah ia merasa semakin mencintai versi dirinya yang sekarang.

Baca Juga

Pengakuan tersebut ia bagikan melalui akun Threads pribadinya. Dengan jujur, ibu lima anak itu mengenang bagaimana dirinya dulu begitu menikmati mengoleksi berbagai barang mewah, terutama parfum. Jumlahnya bahkan jauh di luar bayangan banyak orang karena pernah menembus lebih dari seribu botol.

“Pernah punya parfum sampe 1000 botol lebih, lalu mulai kasi2 ke org2, sampe berkurang sedikit demi sedikit.. hanya nyimpen yg bener2 di suka.. skrg paling ga sampe 400 botol sisa di rmh,” tulis Ussy.

Meski koleksi yang tersisa masih terbilang fantastis, angka itu justru menunjukkan perubahan besar yang sedang ia jalani. Ussy mengatakan bahwa dirinya tidak lagi tergoda untuk terus membeli parfum baru seperti dulu. Bahkan tanpa disadari, sudah hampir tujuh bulan ia tidak menambah koleksinya karena merasa stok yang ada di rumah masih sangat banyak dan masih bisa dinikmati.

“Make pun ya itu2 aja, n baru ngeh jg hampir 7 bulan ini ga belanja parfum. Skrg mikir ya udah yg ada dulu deh pake,” lanjutnya.

Perubahan cara pandang itu ternyata tidak berhenti pada parfum saja. Ussy juga mengaku hubungannya dengan barang-barang mewah lain sudah jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Jika dahulu ia merasa harus selalu tampil dengan tas yang berbeda setiap hari, kini yang ia cari justru sesuatu yang praktis dan nyaman digunakan.

Baca Juga

Baginya, tas tidak lagi menjadi simbol gengsi atau pencapaian. Yang terpenting adalah fungsinya, apakah bisa menemani aktivitas sehari-hari dengan nyaman dan mampu memuat semua kebutuhan tanpa ribet.

“Pernah di 1 masa tiap hari harus ganti tas tapi sekarang ya itu2 ajaaaa. Yg penting masuk n bisa cemplang cemplung,” tuturnya.

Hal serupa juga terjadi pada koleksi sepatunya. Ussy mengenang masa ketika dirinya selalu berusaha mengikuti tren dan ingin memiliki model terbaru yang sedang digemari banyak orang. Mulai dari desain yang unik hingga sepatu dengan detail mencolok pernah menjadi incarannya. Akan tetapi, seiring waktu, prioritas itu berubah dengan sendirinya.

Kini, kenyamanan menjadi pertimbangan utama sebelum ia membeli atau mengenakan sepatu. Ia bahkan menyebut perubahan itu mungkin terjadi karena faktor usia yang membuatnya semakin menghargai hal-hal sederhana.

“Skrg pake ternyaman ter enak n ga pegel (ini pasti krn menua),” tulisnya sambil berseloroh.

Di balik perubahan gaya hidup tersebut, tersimpan sebuah kesadaran yang terasa sangat personal bagi Ussy. Bertambahnya usia membuatnya melihat banyak hal dari sudut pandang yang berbeda. Keinginan untuk selalu memiliki produk terbaru dari merek favorit perlahan memudar dan digantikan oleh rasa nyaman yang justru tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

“Makin mencintai ussy versi yg skrg.. dulu tiap ada keluaran tas terbaru merk favorite cewe2 di dunia.. pastii lngs di kejar gmn caranya harus beli,” kata Ussy.

Ia pun mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir, sisi konsumtif dalam dirinya memang semakin menjauh. Perubahan itu tidak ia paksakan, melainkan hadir secara alami seiring perjalanan hidup yang ia lalui.

“Beberapa tahun belakangan jiwa2 konsumtif makin jauh berkurang.. apa krn makin tua ya,” ungkapnya.

Pada akhirnya, Ussy sampai pada satu kesimpulan yang menurutnya sangat berharga. Kebahagiaan ternyata tidak selalu datang dari sensasi membeli barang baru atau berhasil mendapatkan sesuatu yang sudah lama diincar. Ada rasa tenang yang jauh lebih bermakna ketika seseorang merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan bisa menikmati hidup tanpa harus terus mengejar hal-hal yang sifatnya sementara.

“Skrg yg di butuhkan kenyamanan bukan lg kepuasan sesaat.. beli pake lalu udah, rasanya akan sama aja no special,” pungkas Ussy.

Pengakuan itu pun menarik perhatian banyak warganet karena datang dari sosok yang selama ini begitu lekat dengan citra kemewahan. Namun justru di situlah letak kisahnya menjadi menarik. Dari seseorang yang pernah begitu menikmati mengoleksi berbagai barang mewah, Ussy kini menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia, kebahagiaan bisa hadir dalam bentuk yang jauh lebih sederhana: menerima diri sendiri, merasa cukup, dan menikmati hidup dengan lebih tenang.

Yuk, update terus kabar viral dan breaking news bareng Cek&Ricek TV! Langsung subscribe channel YouTube kami di: https://www.youtube.com/@ceknricektv. Jangan lupa aktifkan lonceng notifikasinya biar nggak ketinggalan video terbaru!
banner-ad

Pos terkait

banner-ad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *