Suami Ungkap Kondisi Anisa Rahma Usai Rumah di Bandung Terbakar: Terguncang Kehilangan Tempat Tinggal 20 Tahun

Anisa Rahma Kehilangan Rumah 20 Tahun, Suami Ungkap Kondisi Keluarga Usai Kebakaran Di Bandung
Anandito Dwis mengungkap kondisi Anisa Rahma dan keluarga usai rumah di Bandung terbakar — dari guncangan emosional sang istri hingga perjuangan mencari tempat tinggal baru.

C&R TV, Bandung — Rumah milik penyanyi Anisa Rahma di Bandung, Jawa Barat, ludes dilalap api. Satu kabar yang sedikit meringankan: seluruh anggota keluarga berhasil menyelamatkan diri.

Kabar itu disampaikan langsung oleh Anandito Dwis, suami Anisa Rahma, saat dihubungi pada 3 Mei 2026. Dari ujung sambungan telepon, ia bercerita tentang apa yang keluarganya alami — dari detik-detik evakuasi hingga kondisi mereka setelah api padam.

Baca Juga

Bukan sekadar kehilangan bangunan. Rumah yang terbakar itu adalah tempat Anisa dan ibunya tumbuh — lebih dari dua dekade kenangan tersimpan di sana. Kehilangan sebesar itu meninggalkan luka yang tidak ringan bagi seluruh keluarga.

“(Anisa) terguncang pastinya karena itu rumah Anisa dan Mama dari kecil ya, dari sudah 20-an tahun tinggal di sana,” ungkap Anandito.

Yang paling berat, sang ibu hampir tidak mau pergi. Di saat api semakin dekat, ia menolak meninggalkan rumah yang sudah menjadi hidupnya selama puluhan tahun.

“Mama juga sampai deket-deket terakhir, Mama nggak mau keluar dari rumah. ‘Nggak bisa, nggak bisa,'” cerita Anandito.

Setelah akhirnya berhasil keluar, ibu Anisa tidak serta-merta tenang. Ia justru didera perasaan yang tak kalah menyiksa.

Baca Juga

“Ini Mama merasa bersalah juga kan dengan apa yang terjadi dan juga merasa apa ya, sedih jugalah gitu,” tuturnya.

Satu Laki-Laki, 12 Orang Diselamatkan

Di tengah kobaran api itu, Anandito berdiri sebagai satu-satunya laki-laki dewasa. Ia harus memimpin evakuasi belasan orang sekaligus — termasuk satu lansia — tanpa bantuan siapapun yang setara.

“Karena kan posisinya saya sendirian ya, laki-laki gitu. Ada 12 orang, satu sepuh, sama orang tua,” katanya.

Di antara 12 orang itu ada dua anak Anisa — Alshad yang baru berusia 3,5 tahun dan Akhila yang baru 1,5 tahun. Kakak Anisa pun menghadapi situasi yang tak kalah berat — sendirian dengan tiga anak di sampingnya.

“Terus ada Anissa, bersama 3 anak, sama Alshad 3,5 tahun, Akhila masih 1,5 tahun, terus kakak juga sendirian bersama 3 anak juga, satu anak 5 tahun, terus juga anak kembar, masih 6 bulan, digendongin sendiri,” papar Anandito.

Evakuasi itu berlangsung dalam kepanikan — bayi digendong, anak-anak kecil dituntun, sementara api tidak menunggu.

Setelah semuanya berhasil keluar, keluarga Anisa mendapat perlindungan sementara dari warga sekitar. Mereka kini beristirahat tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Sekarang masih di rumah Pak RW, karena kan kita masih Alhamdulillah gitu, masih deket-deket rumah,” kata Anandito.

Di sela mengumpulkan sisa-sisa barang yang masih bisa diselamatkan, keluarga sudah harus memikirkan langkah selanjutnya — ke mana mereka akan tinggal.

“Sekarang kita lagi nyari opsi tempat tinggal selanjutnya,” tutupnya.

Yuk, update terus kabar viral dan breaking news bareng Cek&Ricek TV! Langsung subscribe channel YouTube kami di: https://www.youtube.com/@ceknricektv. Jangan lupa aktifkan lonceng notifikasinya biar nggak ketinggalan video terbaru!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *