Berawal dari Curhat Pembaca, Aurelie Moeremans Rilis Buku “Do You Like What You See?”

Berawal Dari Curhat Pembaca, Aurelie Moeremans Rilis Buku Do You Like What You See
Sebuah pesan sederhana membuka jalan bagi perjalanan baru Aurelie Moeremans, menghadirkan cerita yang lahir dari pengalaman paling personal

C&R TV, Jakarta — Sebuah pesan dari pembaca ternyata menjadi titik awal lahirnya karya terbaru Aurelie Moeremans. Bukan proyek yang direncanakan sejak lama, melainkan respons terhadap seseorang yang merasa terhubung dengan kisah hidup yang pernah ia tuangkan dalam buku sebelumnya.

Dari percakapan sederhana itu, Aurelie akhirnya menulis Do You Like What You See?, sebuah buku yang mengajak pembaca melihat diri sendiri dari sudut yang lebih dalam daripada sekadar penampilan di depan cermin.

Baca Juga

Nama Aurelie sebelumnya sempat menjadi perhatian lewat buku Broken Strings. Namun kali ini, aktris sekaligus penulis tersebut memilih membawa pembacanya masuk ke perjalanan yang lebih personal, yakni tentang cara seseorang memahami dirinya sendiri dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan pikirannya.

Menurut Aurelie, buku tersebut tidak berbicara tentang self-love dalam pengertian yang sering terdengar di media sosial.

“Buku ini tentang cara kita melihat diri sendiri. Bukan tentang self-love yang klise, tapi tentang kenapa otak kita sering nunjukin versi yang salah tentang siapa kita, dan gimana cara ngubahnya,” kata Aurelie.

Pertanyaan yang Lebih Dalam dari Sekadar Penampilan

Pemilihan judul Do You Like What You See? juga bukan tanpa alasan. Bagi Aurelie, pertanyaan itu menyimpan makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar penilaian terhadap penampilan fisik.

Ia menjelaskan bahwa pertanyaan tersebut sebenarnya mengajak seseorang untuk jujur kepada dirinya sendiri.

Baca Juga

“Bukan hanya soal penampilan. Tapi soal kalau kamu beneran jujur sama diri sendiri, suka enggak sama apa yang kamu lihat? Cara kamu mikir, cara kamu bereaksi, cerita yang kamu ulang terus tentang diri kamu sendiri,” ujarnya.

Lewat buku itu, Aurelie ingin mengajak pembaca mengenali pola pikir yang selama ini membentuk cara mereka memandang diri sendiri.

Cerita di balik lahirnya buku ini justru menjadi bagian yang paling menarik. Aurelie mengungkapkan bahwa ide menulis Do You Like What You See? muncul setelah menerima pesan langsung dari seorang pembaca Broken Strings.

Pembaca tersebut mengaku merasa relate dengan cerita yang pernah ditulis Aurelie. Tak berhenti di situ, ia juga bertanya bagaimana Aurelie bisa melalui proses penyembuhan dan menjalani kehidupan yang dimilikinya saat ini.

Menurut Aurelie, dalam versi bahasa Inggris Broken Strings, ia pernah menyinggung bahwa proses healing yang dijalaninya layak diceritakan dalam sebuah buku tersendiri. Pesan dari pembaca itu kemudian menjadi dorongan untuk mewujudkan gagasan tersebut.

“Dia nanya gimana aku bisa heal dan punya kehidupan yang sekarang aku punya. Kebetulan di ending Broken Strings versi Inggris aku pernah nulis bahwa masa healing aku butuh buku sendiri, dan dia minta aku untuk nulis itu,” tutur Aurelie.

Momen yang Dianggap Sebagai Tanda

Saat menerima pesan tersebut, Aurelie sedang berada di sebuah kafe bersama sang suami, Tyler Bigenho. Di meja tempat mereka duduk terdapat tulisan yang berbunyi Be the change you want to see in the world.

Kalimat itu meninggalkan kesan mendalam bagi Aurelie. Ia mengaku menganggap momen tersebut sebagai sebuah tanda yang menguatkan niatnya untuk mulai menulis.

“Aku langsung ngerasa itu tanda. Jadi aku mulai nulis,” ungkapnya.

Sejak Oktober tahun lalu, proses penulisan buku itu pun dimulai hingga akhirnya rampung dan resmi dirilis.

Melalui Do You Like What You See?, Aurelie berusaha menjelaskan bahwa banyak pergulatan yang dialami seseorang tidak selalu lahir karena kurangnya usaha atau kelemahan pribadi.

Menurutnya, berbagai keyakinan tentang diri sendiri sering kali terbentuk sejak masa kecil dan terus bekerja di alam bawah sadar tanpa disadari.

“Banyak orang yang struggle bukan karena mereka lemah atau kurang usaha, tapi karena sejak kecil mereka udah dibentuk untuk percaya hal-hal tertentu tentang diri mereka sendiri. Dan kepercayaan itu jalan terus di bawah sadar, ngatur keputusan, hubungan, bahkan cara kamu ngomong sama diri sendiri,” jelas Aurelie.

Lewat buku terbarunya, ia berharap pembaca dapat lebih memahami cara kerja pikirannya sendiri dan mulai membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri mereka.

Yuk, update terus kabar viral dan breaking news bareng Cek&Ricek TV! Langsung subscribe channel YouTube kami di: https://www.youtube.com/@ceknricektv. Jangan lupa aktifkan lonceng notifikasinya biar nggak ketinggalan video terbaru!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *