C&R TV, Jakarta — Ada satu hal yang disebut paling dirindukan Inara Rusli selama masa sulit yang belakangan ia jalani, yakni kebersamaan dengan ketiga anaknya. Setelah kembali berkumpul dengan buah hati yang selama ini menjadi pusat kehidupannya, kondisi emosional Inara kini disebut jauh lebih tenang.
Perubahan itu diungkapkan oleh kuasa hukumnya, Lechumanan. Menurutnya, masa ketika anak-anak berada dalam pengasuhan Virgoun menjadi periode yang paling berat bagi Inara sebagai seorang ibu.
Lechumanan mengatakan tekanan emosional yang dialami Inara saat itu terlihat cukup jelas. Ia menyebut kliennya kerap menunjukkan kekhawatiran terhadap kondisi anak-anak dan terus berusaha mencari kabar mengenai mereka.
“Ya kondisi saat ini sebenarnya yang paling tertekan itu waktu saudara V (Virgoun) itu mengambil anak-anaknya,” ujar Lechumanan di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026).
Masa Sulit yang Pernah Dialami Inara
Menurut Lechumanan, perpisahan sementara dengan anak-anak memberi dampak besar terhadap keseharian Inara. Sebagai seorang ibu, ia merasa kehilangan kedekatan yang selama ini menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Kekhawatiran itu bahkan membuat Inara hampir setiap hari menghubungi orang-orang terdekat untuk mengetahui keadaan anak-anaknya. Ia disebut terus mencari informasi dan memastikan buah hatinya dalam kondisi baik.
“Hampir tiap hari nelpon saya. Tanya Inara seperti apa gitu kan,” kata Lechumanan.
Namun situasi tersebut perlahan berubah ketika anak-anak akhirnya kembali bersama Inara.
Kondisi Emosional Disebut Kembali Stabil
Lechumanan menilai perubahan yang terjadi setelah momen tersebut cukup terasa. Inara kini lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak-anaknya dan tidak lagi menunjukkan kecemasan seperti sebelumnya.
“Tapi sekarang saudara V telah mengembalikan anak-anaknya sehingga ya dia jiwanya kembali sih menurut saya. Sudah tenang, tidak lagi dalam kondisi yang ya kalau waktu anak-anak berada di tangan saudara V, waduh,” ujarnya.
Menurut Lechumanan, kondisi yang sempat dialami Inara merupakan reaksi yang wajar dari seorang ibu. Ia menegaskan bahwa kekhawatiran tersebut tidak dimaksudkan sebagai penilaian terhadap pihak mana pun, melainkan bentuk perhatian orang tua terhadap anak-anaknya.
Ia juga menilai anak-anak pada umumnya memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan ibu kandung mereka.
“Iya khawatir karena ayahnya ini kan mungkin kadang-kadang ya juga ada pasangan yang lain kan. Sehingga kalau dianggap itu kan bukan ibu kandungnya,” kata Lechumanan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak berkaitan dengan penilaian terhadap perilaku seseorang.
“Nah tapi ini bukan masalah ini mungkin karakter aja ya. Ini bukan tingkah laku bukan apa pun ini cuma karakter yang pada umumnya terjadi di mana anak-anak itu kalau berada di samping ibu kandungnya mereka akan merasa lebih nyaman,” lanjutnya.
Kini, setelah kembali menjalani hari-hari bersama ketiga anaknya, Inara disebut berada dalam kondisi yang jauh lebih tenang dibandingkan masa ketika harus berpisah sementara dari mereka.











