C&R TV, Jakarta — Setiap kali Lucinta Luna melintasi gerbang imigrasi di bandara luar negeri, pertanyaan yang sama selalu menghampiri. Petugas menatapnya, mendengar suaranya, lalu bertanya dengan ragu—apakah ia benar-benar perempuan. Pengalaman itu terus berulang, di mana pun ia pergi. Hingga akhirnya, Lucinta mengambil keputusan drastis untuk mengubah satu hal yang paling sering menjadi sumber kebingungan: suaranya.
Dalam siaran langsung di TikTok pada Sabtu (27/6/2026), Lucinta mengungkapkan bahwa ia menjalani operasi pita suara untuk ketiga kalinya tiga bulan lalu. Bukan sekadar untuk penampilan, tapi juga alasan praktis yang mengganggu kenyamanannya setiap bepergian ke luar negeri.
“Setiap aku ke luar negeri, ke mana pun, aku selalu dicegat sama imigrasi. Dia selalu nanya, ‘apakah kamu perempuan’, ‘iya, aku perempuan’. (Kata pihak imigrasi) ‘Tapi suara kamu kayak laki-laki’,” kisahnya dengan nada lelah.
Dengan suara yang masih serak namun terdengar lebih lembut dari sebelumnya, Lucinta menceritakan proses pemulihan yang tak mudah. Enam bulan ke depan, ia harus membatasi bicara, menghindari makanan pedas, mengatur napas saat berbicara, dan sebisa mungkin menahan diri dari bersin dan batuk. Semua itu ia jalani demi satu tujuan: memulai kehidupan baru dengan versi dirinya yang berbeda.
“Jadi sekarang, aku harus belajar komunikasi pelan-pelan, nggak boleh dengan nada tinggi. Sekarang aku kayak gini. Tinggal aku mengatur napas, cara bicaranya itu harus mengatur pola napas aku,” jelasnya.
Operasi pita suara kali ini adalah yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya ia menjalani prosedur serupa pada 2022 dan 2024. Namun kali ini, Lucinta merasa langkahnya lebih terarah. Ia menyebut ini sebagai awal dari “comeback” Lucinta Luna di tahun 2026—dengan suara yang lembut dan halus, seperti yang selama ini ia impikan.
“Jadi udah selama lima tahun lebih aku menemani kalian, sekarang waktunya tahun 2026 Lucinta Luna comeback dengan suara yang soft spoken dengan suara yang halus,” ungkapnya penuh harap.
Tak hanya suara, Lucinta juga merencanakan perubahan besar lainnya: pindah ke luar negeri dan menjalani hidup yang lebih privat. Meski masih akan aktif di media sosial, ia ingin memiliki ruang pribadi yang lebih luas dan masa depan dengan karakter barunya.
“Impian aku kalau udah sekarang kayak gini, aku mau pindah ke negara lain. Aku mau memulai hidup baru, pelan-pelan. Mungkin aku bakal lebih privasi lagi di dunia sosmed. Aku mau punya privasi, aku mau punya masa depan dengan karakter aku sekarang,” tuturnya.
Namun di balik semua itu, ada cerita lain yang tak kalah kontras. Pada Lebaran Idul Fitri 2026, publik dikejutkan dengan penampilan Lucinta yang justru berubah maskulin. Ia terlihat melaksanakan sholat Ied di shaf laki-laki—sebuah momen yang sempat diinterpretasikan sebagai keinginannya untuk “taubat” dan kembali ke kodrat. Namun tak lama setelah itu, ia kembali berdandan feminin, seolah menunjukkan bahwa perjalanan identitasnya masih panjang dan berliku.
Lucinta sendiri pernah mengakui bahwa untuk kembali menjadi Muhammad Fatah—nama lahirnya—adalah hal yang sulit, bahkan mustahil. Terlebih, negara telah mengakuinya sebagai seorang perempuan melalui operasi ganti kelamin pada 2016 dan perubahan identitas resmi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2019.
“Karena kalau untuk menjadi seorang Muhammad Fatah lagi ya itu udah susah banget, bahkan impossible (mustahil) sebetulnya kan,” katanya dalam program YouTube Butik Haji Igun pada 4 April 2026.
Di tengah semua kontroversi dan perubahan, Lucinta memilih untuk tak ambil pusing dengan kebencian yang terus mengalir. Ia fokus pada mereka yang mendukung dan mendoakan—sembari terus menapaki jalannya sendiri, dengan suara baru yang kini mulai terdengar.













