C&R TV, Jakarta — Ruben Onsu dan Ivan Gunawan berangkat menunaikan ibadah umrah bersama setelah merencanakannya dalam obrolan santai beberapa bulan lalu. Keduanya dijadwalkan menjalani ibadah selama sembilan hari bersama rombongan Hamdan Tour.
Ivan mengungkapkan, rencana itu berawal saat mereka sarapan bersama di sebuah restoran.
“Aku random bilang sama Ruben, ‘Umrah yuk.’ Dia langsung jawab, ‘Yuk, mau kapan?’ Setelah itu langsung diatur waktunya dan akhirnya hari ini kami berangkat,” ujar Ivan.
Ivan mengatakan perjalanan kali ini menjadi umrah keempat bagi Ruben setelah menjadi mualaf. Menurutnya, sahabatnya itu menunjukkan semangat beribadah yang patut diapresiasi.
“Ini umrah Ruben yang keempat setelah menjadi seorang mualaf. Kalau dilihat, ibadah Ruben justru bisa dibilang jauh lebih bagus daripada kita. Biasanya orang yang sedang on fire ingin selalu dekat sama Allah,” katanya.
Ivan berharap perjalanan tersebut menjadi kesempatan bagi mereka memperkuat keimanan.
“Kami sudah lama bersahabat. Insyaallah ini seperti mengecas baterai, supaya saat pulang keimanan bertambah dan bisa lebih istiqamah. Manusia pasti ada naik turunnya,” ucapnya.
Selama sembilan hari di Tanah Suci, keduanya tetap menyesuaikan jadwal pekerjaan. Ivan mengaku bersyukur karena program yang mereka jalani memberi kesempatan untuk beribadah.
Fokus Beribadah
Ruben mengaku ingin lebih banyak menghabiskan waktu untuk salat selama berada di Makkah. Ia memilih tidak mengikuti agenda wisata karena sudah pernah melakukannya pada perjalanan sebelumnya.
“Kalau sekarang lebih ke kamar, salat, kamar, salat. Itu saja,” kata Ruben.
Meski berangkat bersama, Ivan menegaskan dirinya dan Ruben tidak akan selalu beribadah berdampingan.
“Aku dari awal sudah bilang sama Ruben, kita enggak ada tunggu-tungguan. Kalau ketemu ya ibadah bareng, kalau tidak ya masing-masing. Aku pernah mengalami salat jadi terlambat karena saling menunggu,” ujarnya.
Menurut Ivan, masing-masing memiliki doa dan kepentingan pribadi kepada Allah sehingga mereka ingin menjalankan ibadah dengan lebih leluasa.
“Ruben punya kepentingan tersendiri kepada Allah, saya juga punya kepentingan tersendiri kepada Allah,” katanya.
Ivan bahkan sempat berkelakar alasan tidak ingin sekamar dengan Ruben karena khawatir keduanya terlalu banyak bercanda.
Umrah Malam Hari
Setibanya di Tanah Suci, rombongan dijadwalkan melaksanakan umrah pada malam hari. Keputusan itu diambil karena suhu siang mencapai 49 derajat Celsius.
“Kami sudah ganti ihram di pesawat. Rencananya umrah malam karena situasinya sedang panas. Dari travel juga diatur supaya ibadah lebih nyaman dan khusyuk,” ujar Ivan.
Ia menilai arahan dari pihak travel perlu diikuti demi keselamatan dan kenyamanan seluruh jemaah.
“Travel lebih tahu kondisinya. Jangan ambil risiko. Supaya ibadah sampai tuntas, kita harus tertib mengikuti arahan,” katanya.
Doa Ruben untuk Anak
Menjelang keberangkatan, Ruben sempat bertemu anak-anaknya. Ia mengaku bersyukur dapat melepas rindu meski pertemuan berlangsung singkat.
“Alhamdulillah tetap disyukuri. Akhirnya bisa bertemu dengan anak-anak,” ujar Ruben.
Ruben mengatakan seluruh perjalanan hidupnya kini ia serahkan kepada Allah melalui doa.
“Kalau Allah sudah mengatur semuanya, itu pasti jalan yang terbaik,” katanya.
Ia juga memastikan anak-anaknya selalu menjadi bagian dari doa yang dipanjatkan.
“Semua orang tua pasti selalu ada nama anak dalam doanya. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan semuanya menjadi hal-hal yang baik untuk anak-anak saya,” ucap Ruben.
Ruben berharap umrah keempatnya kali ini kembali menghadirkan pengalaman berharga yang bisa menjadi kenangan baik dalam hidupnya.
“Empat umrah ini semuanya punya cerita. Mudah-mudahan umrah yang keempat ini juga membawa banyak kenangan yang baik,” tuturnya.
Ivan menambahkan, salah satu hal yang paling ia sukai saat berada di Makkah adalah suasana kesetaraan seluruh jemaah.
“Semuanya sama di mata Allah. Tidak ada kasta. Semua datang dengan cerita masing-masing,” katanya.













