C&R TV, Jakarta — Banyak orang baru mulai peduli pada kesehatan mata ketika penglihatan mulai terasa bermasalah. Padahal, kerusakan pada mata sering kali tidak datang tiba-tiba atau disebabkan oleh hal besar. Justru, kebiasaan kecil yang dilakukan berulang setiap hari sering menjadi penyebab utama menurunnya kualitas penglihatan.
Di era modern seperti sekarang, mata bekerja lebih keras dari sebelumnya. Mulai dari menatap layar ponsel, bekerja di depan komputer, hingga aktivitas luar ruangan yang terpapar sinar matahari, semuanya memberi tekanan tersendiri pada kesehatan mata. Karena itu, penting untuk mengenali kebiasaan-kebiasaan yang terlihat sepele, tetapi diam-diam bisa merusak mata dalam jangka panjang.
Berikut lima kebiasaan yang sebaiknya mulai Anda waspadai.
Terlalu Lama Menatap Layar
Kebiasaan menatap ponsel, laptop, atau televisi dalam waktu lama kini hampir tak terhindarkan. Namun, paparan layar yang berlebihan dapat memicu digital eye strain atau ketegangan mata digital.
Gejalanya bisa berupa mata tegang, sakit kepala, penglihatan buram, hingga mata kering. Menurut National Eye Institute, kondisi ini semakin sering ditemukan, terutama pada generasi muda yang nyaris tak lepas dari perangkat digital.
Untuk mengurangi risikonya, aturan 20-20-20 bisa diterapkan. Setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki atau sekitar 6 meter.
Mengucek Mata
Saat mata terasa gatal atau kering, banyak orang secara refleks langsung menguceknya. Padahal, kebiasaan ini bisa memberi dampak buruk jika dilakukan terus-menerus.
Mengucek mata dapat merusak pembuluh darah kecil di sekitar area mata, memicu kemerahan, hingga memperburuk kondisi tertentu seperti keratokonus. Risiko infeksi juga meningkat jika tangan dalam kondisi kotor.
American Academy of Ophthalmology menyarankan penggunaan tetes mata atau kompres dingin sebagai alternatif yang lebih aman untuk meredakan ketidaknyamanan.
Jarang Menggunakan Kacamata Hitam
Banyak orang memakai kacamata hitam hanya sebagai aksesori penunjang gaya. Padahal, fungsi utamanya jauh lebih penting dari itu.
Paparan sinar ultraviolet atau UV dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan mata, mulai dari katarak, degenerasi makula, hingga masalah yang lebih serius. Risiko ini tetap ada bahkan saat cuaca mendung.
Karena itu, memakai kacamata hitam dengan perlindungan UV saat beraktivitas di luar ruangan sebaiknya menjadi kebiasaan.
Pola Tidur Buruk
Kurang tidur bukan hanya memengaruhi energi dan suasana hati, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan mata.
Mata yang kurang beristirahat biasanya lebih mudah kering, berkedut, terasa lelah, bahkan menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Dalam jangka panjang, kualitas tidur yang buruk juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan penglihatan.
Menurut Journal of Ophthalmology, kualitas tidur yang rendah berkaitan dengan risiko lebih tinggi terhadap masalah mata tertentu, termasuk glaukoma. Karena itu, tidur 7 hingga 8 jam per malam penting untuk membantu proses pemulihan alami mata.
Mengabaikan Pemeriksaan Mata
Salah satu kebiasaan yang paling sering disepelekan adalah jarang memeriksakan mata. Banyak orang baru datang ke dokter ketika gangguan penglihatan sudah terasa mengganggu.
Padahal, sejumlah penyakit mata serius seperti glaukoma, retinopati diabetik, dan degenerasi makula sering berkembang perlahan tanpa gejala yang jelas di tahap awal.
Pemeriksaan rutin setidaknya setahun sekali dapat membantu mendeteksi masalah lebih dini, sehingga risiko kerusakan permanen bisa ditekan.
Menjaga kesehatan mata sebenarnya tidak selalu membutuhkan langkah rumit. Sering kali, perubahan kecil dalam rutinitas sehari-hari justru menjadi kunci utama untuk mempertahankan penglihatan yang sehat dalam jangka panjang.











