C&R TV, Jakarta — Amanda Manopo akhirnya angkat bicara. Bukan untuk urusan asmara atau karier, melainkan sebuah kasus hukum yang telah ia pendam hampir dua tahun. Artis yang baru saja melahirkan itu resmi melaporkan dugaan pemalsuan tanda tangan dan penggelapan dana perusahaan ke pihak berwajib.
Didampingi kuasa hukum dan keluarga, Amanda mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Selasa, 26 November 2024. Langkah ini diambil setelah ia mengumpulkan bukti-bukti yang cukup kuat selama masa kehamilannya.
“Seperti tadi saya sampaikan bahwa hari ini kita berkonsultasi ke pihak penyidik di Polres Metro Jakarta Selatan. Kebetulan klien kami, Mbak Amanda Manopo dan keluarganya, terkait dugaan tindak pidana pemalsuan tanda tangan,” ujar kuasa hukum Amanda, Sandy Arifin, di hadapan awak media.
Penggelapan Uang Perusahaan dan Rekening Misterius
Tak hanya pemalsuan tanda tangan, kasus ini berkembang lebih dalam. Sandy mengungkapkan bahwa ada pula dugaan penggelapan uang milik perusahaan yang nilainya cukup fantastis. Sejumlah nilai yang seharusnya dilaporkan justru tidak pernah masuk ke pembukuan dan mengalir ke rekening pribadi seseorang.
“Ada tambahan terkait penggelapan uang dari uang perusahaan. Nilai yang harusnya dilaporkan tidak dilaporkan dan masuknya ke rekening yang bersangkutan,” ungkap Sandy dengan tegas.
Amanda menambahkan bahwa pihaknya masih terus mendalami jumlah pasti kerugian yang dialami. Namun ia memastikan bukti-bukti yang dikantongi sudah sangat banyak dan cukup kuat untuk dilanjutkan ke proses hukum.
“Yang pastinya lumayan banyak sih. Kita udah ada screenshot, ada lumayan banyak, jadi aku enggak perlu harus jelasin juga sih nanti kepanjangan,” kata Amanda sembari menahan senyum.
Bukti CCTV dan Ancaman yang Mengintai
Yang membuat kasus ini semakin serius, Amanda mengaku memiliki rekaman CCTV yang menjadi barang bukti. Selain itu, ada pula berbagai ancaman yang ia terima selama proses pengumpulan bukti.
“Ada bukti CCTV juga yang bisa kita lihatkan. Ada banyak sekali bukti-bukti dari sosial media. Ini enggak hanya satu oknum, jadi ada banyak,” ungkapnya.
Ancaman-ancaman tersebut justru membuat Amanda semakin mantap untuk mengambil langkah hukum. Ia sudah tidak ingin lagi diam dan membiarkan keluarganya terusik oleh ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Salah satu pertanyaan besar yang muncul adalah mengapa Amanda baru bertindak sekarang. Jawabannya sederhana namun menyentuh: ia menunggu hingga melahirkan.
“Untuk ngelakuinnya itu sudah sekitar hampir 2 tahun. Saya baru bergerak karena saya menahan-nahan. Kan kemarin posisinya saya lagi hamil. Saya enggak mau ketika saya lagi hamil nanti anak saya kenapa-napa di dalam janin,” jelas Amanda dengan suara bergetar.
Keputusan ini ia ambil demi keselamatan sang buah hati yang saat itu masih dalam kandungan. Kini setelah Baby Z lahir dengan selamat, Amanda merasa saatnya telah tiba untuk bertindak.
Dukungan Penuh dari Suami
Amanda mengungkapkan bahwa langkahnya kali ini tidak lepas dari dukungan sang suami, Kenny. Bahkan suaminya lah yang mendorongnya untuk segera menyelesaikan masalah ini secara hukum.
“Dapat support dari suami yang di mana mendorong saya untuk kita harus lakuin ini bareng-bareng untuk anak kita,” katanya penuh haru.
Pernikahan Amanda dan Kenny sendiri masih terbilang baru, namun komitmen mereka untuk saling mendukung dalam suka dan duka sudah terlihat jelas. Kali ini, mereka memutuskan untuk bertindak bersama demi masa depan keluarga kecil mereka.
Meski telah melapor ke polisi, Amanda dan kuasa hukumnya masih memberi kesempatan bagi pihak yang terlibat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Mereka bahkan menyampaikan somasi terbuka melalui media.
“Kami mensomasi secara terbuka bagi para pihak yang masih memberikan informasi tidak benar, mencemarkan nama baik klien kami baik di media sosial maupun di tempat lain. Kami tidak akan diam dan akan membuat laporan secara cepat bilamana masih melakukan,” tegas Sandy.
Amanda berharap ada itikad baik dari pelaku untuk menghubungi dirinya melalui manajer atau keluarga. Namun jika tidak, ia tidak akan ragu untuk melanjutkan proses hukum yang sudah ia siapkan.
“Kalau ada permintaan maaf, mungkin apa dimaafkan. Itu tergantung perasaan kayaknya,” ujar Amanda sambil tersenyum tipis.
Pencemaran Nama Baik dan Berita Bohong
Selain masalah keuangan, Amanda juga mengeluhkan adanya pencemaran nama baik yang dialami oleh dirinya dan keluarga. Berbagai komentar dan postingan negatif di media sosial dinilai telah melampaui batas.
“Ada juga beberapa postingan ataupun komentar terkait pencemaran nama baik klien kami dan juga keluarganya. Itu juga yang sangat mengganggu klien kami,” tambah Sandy.
Jika masih ada pihak yang menyebarkan berita bohong, Amanda sudah menyiapkan tangkapan layar sebagai bukti. “Kami akan melaporkan juga terkait undang-undangnya karena sudah ada beberapa yang kita capture,” pungkasnya.
Dengan langkah tegas ini, Amanda Manopo menunjukkan bahwa ia tidak hanya seorang artis yang lembut di atas panggung, tetapi juga sosok yang siap berjuang untuk melindungi hak dan keluarganya.













