Video Gunung Kawi Memicu Tuduhan, Sarwendah Ambil Langkah Hukum Tanpa Drama

Video Gunung Kawi Memicu Tuduhan, Sarwendah Ambil Langkah Hukum Tanpa Drama
Video viral juru kunci Gunung Kawi menyeret namanya, Sarwendah Tan memilih jalur hukum untuk membersihkan fitnah tanpa drama.
banner-ad

C&R TV, Jakarta — “Pesugihan orang nggak usah kerja tiba-tiba datang semua tuh.”

Itulah kalimat yang dilontarkan Chris Sam Siwu, kuasa hukum Sarwendah Tan, beberapa waktu lalu. Dengan tegas, ia membantah tudingan yang menyeret nama kliennya ke dalam praktik pesugihan di Gunung Kawi. Menurutnya, gaya hidup dan etos kerja Sarwendah adalah bukti paling gamblang bahwa tuduhan itu tak berdasar.

Baca Juga

Namun bantahan saja tidak cukup. Pada Senin (29/6/2026), Sarwendah menempuh jalur hukum. Ia mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan untuk menyerahkan bukti tambahan atas laporan yang telah dibuat tiga hari sebelumnya, 26 Juni 2026. Langkah ini menyusul serangan fitnah yang terus menghantuinya di media sosial—sebuah isu yang berawal dari satu video viral.

Video itu muncul di media sosial sekitar pertengahan Mei 2026. Seorang pria yang disebut sebagai juru kunci di kawasan Gunung Kawi, Jawa Timur, berbicara di depan kamera. Ia menyebut deretan nama besar—artis dan pengusaha—yang dianggap pernah berkunjung ke tempat itu. Sarwendah Tan adalah salah satu nama yang disebut.

Tudingan itu segera merambat ke ranah yang lebih personal. Netizen mengaitkan kunjungan Sarwendah ke Gunung Kawi dengan kondisi kesehatan mantan suaminya, Ruben Onsu. Ruben sendiri tengah berjuang melawan penyakit langka Empty Sella Syndrome. Bahkan, kondisinya sempat memburuk hingga harus dirawat di ICU. Dari sana, narasi pesugihan dan guna-guna mulai bergulir liar.

Padahal, Sarwendah sendiri telah menjelaskan kepergiannya ke Gunung Kawi. Ia datang bukan untuk ritual, melainkan untuk kepentingan syuting podcast bertema horor, Kakak Beradik Podcast. Namun klarifikasi itu kalah cepat dan kalah viral dibanding kabar miring yang pertama kali menyebar.

Bagi tim kuasa hukum Sarwendah, fitnah ini telah melampaui batas. Chris Sam Siwu menyebut tuduhan pesugihan dan guna-guna yang dialamatkan kepada kliennya tidak berdasar. “Klien kami itu kalau bisa dilihat dia bekerja dari pagi sampai malam, bertolak belakang dengan pesugihan,” ujarnya. “Pesugihan orang nggak usah kerja, tiba-tiba datang semua tuh.” Bantahan ini ia sampaikan sebagai upaya meluruskan fakta, namun serangan di media sosial terus berdatangan.

Baca Juga

Korbinianus Molmen Nomer, kuasa hukum Sarwendah yang menangani proses hukum, menjelaskan bahwa kliennya tidak tinggal diam. Laporan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah itu akhirnya resmi masuk ke Polres Metro Jakarta Selatan. “Menurut saya itu tidak perlu kami jelaskan ya, itu ranah penyidik. Ini masih proses penyelidikan,” ujar Korbinianus di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026). Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak bisa membuka materi penyidikan kepada publik.

Sarwendah sendiri telah menjalani pemeriksaan sebagai pelapor. Dalam proses BAP, ia memberikan 21 jawaban atas pertanyaan penyidik. Senin sore itu, ia datang kembali untuk menyerahkan bukti tambahan yang dianggap memperkuat laporannya. Namun setelah proses selesai, ia tak banyak bicara. Mantan personel Cherrybelle itu memilih langsung melangkah ke mobil jemputan, meninggalkan awak media yang menunggu.

“Pokoknya semuanya nanti dilanjutkan semua sama kuasa hukum saya juga,” katanya singkat sebelum mobil berjalan. “Jadi, makasih biar mereka saja (yang menjelaskan).”

Dari video viral yang mengguncang namanya di media sosial, kini Sarwendah Tan memilih jalur hukum. Tanpa drama panjang di hadapan kamera. Tanpa balasan pedas di linimasa. Ia hanya membawa bukti, bicara di ruang penyidikan, lalu pulang. Dan membiarkan hukum yang berbicara.

Yuk, update terus kabar viral dan breaking news bareng Cek&Ricek TV! Langsung subscribe channel YouTube kami di: https://www.youtube.com/@ceknricektv. Jangan lupa aktifkan lonceng notifikasinya biar nggak ketinggalan video terbaru!
banner-ad

Pos terkait

banner-ad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *