Usai Umrah, Ruben Onsu Tempuh Hukum: Nafkah Anak dan Waktu Bertemu Jadi Isu

Usai Umrah, Ruben Onsu Tempuh Hukum
Menahan gugatan di Tanah Suci, Onyo jadi pemicu di balik langkah hukum Ruben pasca umrah.
banner-ad

C&R TV, Jakarta — Berkas gugatan hak asuh anak Ruben Onsu sudah rampung di atas meja, siap didaftarkan kapan saja. Namun untuk hari-hari terakhir ini, Ruben memilih menahannya—di tanah suci, di tengah kekhusyukan ibadah umrah, badai hukum justru menunggu di kejauhan.

“Bukan lagi persiapan. Sudah tinggal daftar,” tegas kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta. Kepastian tanggal pendaftaran baru akan diputuskan setelah Ruben tiba di Indonesia pada Rabu (1/7) besok. Jika semua disetujui, gugatan akan meluncur ke meja hijau pada 2 Juli mendatang.

Baca Juga

Penundaan ini bukan tanpa alasan. Minola mengaku memilih menahan berkas demi menghormati kekhusyukan ibadah sang presenter. “Bagaimanapun kan bukan kami yang menentukan hal ini, tapi adalah klien kami. Kami melakukan ini untuk mempertahankan kepentingan hukum klien kami yang hari ini dilanggar,” tuturnya.

Langkah hukum ini bukan tiba-tiba muncul dalam semalam. Sejak resmi bercerai dari Sarwendah pada September 2024 lalu, Ruben mengaku kesulitan bertemu kedua putrinya, Thalia dan Thania. Padahal, dalam kesepakatan tertulis yang tertuang dalam akta notaris, ia masih memiliki hak bertemu anak-anaknya sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu.

Kekecewaan yang mengendap selama dua tahun itu bahkan membuat Ruben menahan nafkah anak yang nilainya mencapai Rp200 juta per bulan. Ada pula kekhawatiran lain yang menggerogoti perasaannya: Ruben disebut telah berkali-kali mengingatkan Sarwendah agar tidak melibatkan anak-anak dalam kegiatan live streaming yang bernuansa komersial. Teguran itu, menurut pengakuan Ruben, diduga tak pernah digubris. Ia mengaku miris melihat buah hatinya terus dibawa ke ranah promosi produk di hadapan publik.

Namun, pemicu langsung yang mempercepat persiapan gugatan adalah unggahan viral Betrand Peto, atau akrab disapa Onyo, anak angkat Ruben dan Sarwendah. Dalam unggahannya, Onyo mengungkap perlakuan tidak menyenangkan serta provokasi yang dialaminya di lingkungan tempat tinggalnya saat ini.

Onyo dengan tegas menyatakan bahwa ia membuat unggahan itu semata-mata untuk melindungi ayah angkatnya, Ruben Onsu. Dalam unggahan yang sama, ia juga menyindir sosok “tante”—yang diduga kuat adalah adik Sarwendah, Wendy Lo.

Baca Juga

Menariknya, pihak Ruben menilai ada hasutan sistematis yang sengaja diarahkan untuk membuat anak-anak perlahan menjauh dan mengasingkan diri dari ayah kandung mereka. Kekhawatiran Ruben muncul bahwa jika anak-anak menghabiskan waktu bersamanya, Onyo akan menceritakan secara jujur seluruh kejadian buruk yang dialaminya selama ini.

Di sisi lain, pihak Sarwendah membantah keras tuduhan mempersulit pertemuan. Menurut kuasa hukum Sarwendah, masalah ini hanya soal komunikasi yang belum pas. Bahkan, Sarwendah dilaporkan lebih dulu melapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 21 Juni—sehari sebelum Ruben datang ke lembaga yang sama. Ia juga membawa perkara ini ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Rencana gugatan hak asuh ini kabarnya akan tetap diajukan sebelum pertemuan Ruben dan Sarwendah pada 11 Juli 2026 mendatang. Pertemuan yang merupakan pengganti dari agenda batal pada 16 Juni tersebut dijadwalkan untuk membahas masa depan anak-anak, termasuk akses pertemuan 2-3 kali seminggu, nominal nafkah anak, serta harta gana-gini.

Pertemuan itu akan menjadi ujian terakhir: apakah konflik panjang dua mantan pasangan ini masih bisa diredam secara kekeluargaan, atau justru harus berakhir dengan vonis hakim di pengadilan. Satu hal yang pasti—setelah Ruben mendarat di tanah air, detik-detik menuju meja hijau mulai terhitung.

Yuk, update terus kabar viral dan breaking news bareng Cek&Ricek TV! Langsung subscribe channel YouTube kami di: https://www.youtube.com/@ceknricektv. Jangan lupa aktifkan lonceng notifikasinya biar nggak ketinggalan video terbaru!
banner-ad

Pos terkait

banner-ad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *