C&R TV, Jakarta — Ruben Onsu tidak hanya berbicara. Presenter yang selama ini dikenal ramah di layar kaca itu kini melangkah lebih jauh. Usai pulang umrah, ia bersama kuasa hukumnya, Minola Sebayang, bersiap menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan hak asuh anak-anaknya.
Langkah ini bukan keputusan mendadak. Ada dua alasan kuat yang membuat Ruben akhirnya mengambil jalan ini. Pertama, haknya untuk bertemu Thalia dan Thania selama dua hingga tiga hari dalam seminggu sering terhambat. Kedua, dan yang lebih mengkhawatirkan, Ruben melihat anak-anaknya terlibat dalam aktivitas komersial yang ia nilai sebagai bentuk eksploitasi.
Ya, anak-anak Ruben kerap dimunculkan dalam promosi produk di media sosial. Bagi Ruben, itu bukan sekadar tidak nyaman—itu adalah pelanggaran terhadap hak anak yang harus dilindungi.
Maka Ruben pun bertindak. Sebelum menggugat ke pengadilan, ia memilih jalur yang lebih terstruktur. Konsultasi dan pengaduan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI menjadi langkah pertamanya.
“Ini membuat Ruben seperti yang tadi saya katakan, mulai melangkah lebih jauh lagi dari ruang tertutup itu untuk berkonsultasi dan kemudian melakukan pengaduan dugaan-dugaan pelanggaran hak tadi itu di KPAI. Ini kan langkah pertama,” beber Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Jakarta, kemarin.
Meski berkas sudah di tangan dan langkah hukum sudah di depan mata, Ruben masih memberi ruang untuk perdamaian. Pertemuan dengan Sarwendah yang dijadwalkan pada 11 Juli mendatang menjadi penentu.
Tapi Minola menegaskan satu hal: pertemuan itu harus membuahkan hasil nyata. Bukan sekadar janji lisan seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Jika Sarwendah bisa menunjukkan komitmen nyata yang dibarengi tindakan, gugatan itu bisa saja tidak pernah dilanjutkan.
“Kalau misalnya tanggal 11 itu pembicaraan itu artinya ada komitmen, bukan hanya komitmen lisan tapi dibarengi dengan tindakan dan perbuatan nyata, ya mungkin saja gugatan itu juga tidak perlu dilakukan,” pungkasnya.
Ada ironi dalam cerita ini. Dulu, setelah perceraian, Ruben tidak pernah kesulitan bertemu kedua putrinya. Ia bisa datang kapan saja, memeluk Thalia dan Thania tanpa halangan. Tapi beberapa bulan belakangan, semuanya berubah. Akses ke anak-anaknya terasa semakin jauh.
Kini Ruben Onsu memilih jalur hukum. Bukan karena ingin bermusuhan, tetapi karena ia merasa tidak punya pilihan lain. Ketika hak bertemu terhambat dan anak-anak terlibat dalam aktivitas yang tidak semestinya, seorang ayah hanya bisa melakukan satu hal: memperjuangkan mereka dengan cara apa pun.













