C&R TV, Jakarta — Video lawas kembali menyeret nama Jordi Onsu ke publik. Di tengah ramainya pembicaraan soal hubungannya dengan sang kakak, Ruben Onsu, pengakuan lama Jordi soal pengalamannya mendatangi dukun mendadak viral lagi di platform X. Ribuan netizen terkejut—bukan hanya karena ceritanya, tapi karena betapa terbukanya Jordi menceritakannya.
Cuplikan video yang diunggah akun @INDOSPORCLE itu langsung menarik perhatian. Dalam rekaman tersebut, Jordi dengan jujur mengisahkan masa lalunya yang penuh dengan usaha nekat mencari kekayaan instan. Ia mengaku pernah mendatangi sejumlah orang yang mengaku memiliki kemampuan supranatural. Harapannya satu: mendapatkan uang dalam jumlah besar untuk mewujudkan semua impiannya.
Berapa besar yang ia minta? Rp50 miliar.
“Dasar kamu orang serakah, kamu minta uang Rp50 miliar,” begitu kata orang yang ditemuinya saat itu.
Jawaban Jordi? Tenang dan blak-blakan. “Iya, gimana ya mbah? Saya butuh banget.”
Ia tidak malu mengakui ambisinya. Uang sebanyak itu bukan untuk foya-foya. Jordi mengaku punya rencana matang yang sudah lama ia susun. Mau usaha, mau pensiun cepat, mau membangun rumah besar, dan yang paling penting—mau berkeluarga.
Tapi cerita berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap ketika syarat diajukan. Orang yang ditemuinya mengatakan bahwa uang Rp50 miliar hanya bisa diperoleh dengan satu cara: memberikan tumbal dalam jumlah banyak. Bahkan, ia menyebutkan angka puluhan orang.
Lalu datanglah momen yang membuat publik bergidik. Dengan nada datar, Jordi menjawab, “Nggak apa-apa, kataku.”
Respons spontan itu sontak memicu reaksi beragam. Ada yang terkejut, ada yang menertawakan, ada pula yang benar-benar khawatir dengan jawaban Jordi. Tapi dari keseluruhan ceritanya, Jordi menegaskan bahwa itu semua adalah bagian dari masa lalunya.
Ia mengaku mendatangi segala macam dukun saat itu. “Segala macam dukun gue samperin tahu,” ujarnya.
Proses konsultasi dengan salah satu dari mereka berlangsung cukup lama—sekitar empat setengah jam. Tapi semakin lama, Jordi justru semakin merasakan kejanggalan. Sebelum proses dimulai, ia diminta menandatangani surat bermaterai. Isinya: Jordi tidak diperbolehkan menuntut atau melapor ke polisi jika ritual yang dijanjikan tidak membuahkan hasil.
Bagi Jordi, itu adalah tanda bahaya. Ia mulai curiga bahwa semua ini bukanlah proses spiritual, melainkan modus penipuan yang terstruktur. Surat bermaterai itu seperti tameng bagi para pelaku untuk melindungi diri dari jerat hukum.
Jordi pun memilih mundur. Ia tidak melanjutkan proses tersebut.
Pengalaman itu, meski terbilang ekstrem, akhirnya menjadi pelajaran berharga. Jordi mengaku kini lebih waspada terhadap segala tawaran kekayaan instan yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Ia belajar bahwa jalan pintas sering kali berujung pada jalan buntu—atau lebih parah, pada jebakan yang mengancam.
Kisah lawas ini kembali viral di saat hubungan Jordi dengan Ruben Onsu sedang memanas. Spekulasi publik pun bermunculan. Tapi satu hal yang pasti: pengakuan Jordi soal masa lalunya yang nekat itu tetap menjadi perbincangan hangat. Ia tidak pernah menyangka bahwa cerita tentang dirinya yang dulu begitu polos dan serakah akan kembali diingat orang.
Dan dari semua itu, mungkin ada satu pesan yang tersirat: kekayaan besar memang menggoda, tetapi tidak ada yang sepadan jika harus mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan. Jordi Onsu mungkin dulu sempat tergoda. Tapi sekarang, ia tahu batasnya.













