C&R TV, Jakarta — Nama Fryda Lucyana mungkin identik dengan lagu legendaris Rindu yang menemani generasi 1980-an hingga 1990-an. Namun, lebih dari sekadar penyanyi nostalgia, Fryda membuktikan dirinya tetap aktif berkarya dan siap kembali menyapa penggemar lewat penampilan spesial di Prambanan Jazz Festival 2026.
Festival musik yang akan digelar pada 4 Juli 2026 di kawasan Candi Prambanan itu menjadi momen istimewa bagi Fryda. Di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, ia tetap menyisihkan waktu untuk mempersiapkan sebuah pertunjukan yang disebutnya penuh kejutan.
Saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, Fryda masih menutup rapat daftar lagu yang akan dibawakannya. Namun, ia memastikan penonton akan mendapatkan pengalaman berbeda dibandingkan penampilannya di panggung-panggung sebelumnya.
“Masih rahasia kalau playlist-nya ya. Tapi yang jelas nanti akan ada beberapa kejutan dalam penampilan saya itu,” ujarnya sambil tersenyum.
Bagi penyanyi yang telah puluhan tahun berkiprah di industri musik Indonesia ini, tampil di Prambanan Jazz bukan sekadar memenuhi undangan festival. Ia ingin menghadirkan perjalanan musikal yang merekam jejak kariernya sekaligus menjadi ruang nostalgia bersama para penonton.
Lagu Rindu hampir dipastikan menjadi salah satu momen yang paling ditunggu. Karya yang telah melekat kuat dengan nama Fryda itu kembali menemukan kehidupan baru di era digital. Dalam beberapa tahun terakhir, lagu tersebut sering muncul di berbagai platform streaming dan playlist nostalgia, membuat generasi muda ikut mengenalnya.
Tak hanya membawakan lagu-lagu miliknya sendiri, Fryda juga berencana menyanyikan sejumlah karya ciptaan Eros Djarot yang memiliki kedekatan emosional dengannya. Selain itu, beberapa lagu populer Indonesia yang menjadi favorit pribadinya juga akan masuk ke dalam repertoar malam itu.
“Saya ingin penonton bisa bernostalgia bersama. Akan ada lagu-lagu saya, lagu-lagu karya Mas Eros Djarot, dan beberapa lagu populer Indonesia yang saya sukai,” katanya.
Konsep tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Fryda ingin menjembatani generasi yang tumbuh bersama musiknya dengan generasi baru yang mengenalnya melalui platform digital. Baginya, musik memiliki kemampuan unik untuk menghubungkan masa lalu dan masa kini dalam satu ruang yang sama.
Untuk mewujudkan konsep tersebut, Fryda menggandeng Audiensi Band sebagai pengiring. Bersama kelompok musik itu, ia sedang mempersiapkan sejumlah aransemen baru yang lebih sesuai dengan atmosfer Prambanan Jazz Festival.
Meski dikenal sebagai penyanyi pop, Fryda menyadari bahwa identitas utama festival tersebut adalah jazz. Karena itu, sebagian besar lagu yang akan dibawakan mendapatkan sentuhan aransemen jazzy tanpa menghilangkan karakter aslinya.
“Saya ingin menghormati nama besar Prambanan Jazz. Setidaknya lagu-lagu yang saya bawakan nanti memiliki sentuhan jazzy, walaupun mungkin ada satu atau dua lagu yang tetap dibawakan dalam format aslinya,” jelasnya.
Yang membuat penampilannya semakin menarik adalah keberadaan sebuah lagu misterius yang masih dirahasiakan. Menurut Fryda, lagu itu belum pernah ia bawakan sebelumnya di atas panggung. Tantangannya cukup besar karena memiliki lirik yang panjang dan minim pengulangan, sehingga membutuhkan proses latihan yang lebih intens.
Di balik keterlibatannya dalam Prambanan Jazz, tersimpan pula kisah personal yang menghangatkan hati. Fryda mengaku sebenarnya telah menerima ajakan tampil dari CEO Prambanan Jazz, Anas Syahrul Alimi, sejak beberapa tahun lalu. Saat itu ia menganggapnya sebagai obrolan santai biasa.
Belakangan, ia mengetahui bahwa Anas ternyata merupakan penggemar berat lagu Rindu sejak masa muda. Bahkan, ketika masih menjadi santri, Anas disebut pernah membeli kaset Fryda dan mendengarkannya berulang kali. Kisah sederhana itu menjadi bukti bagaimana sebuah lagu mampu melintasi ruang dan waktu, menyentuh kehidupan seseorang tanpa pernah disadari penciptanya.
Kini, ketika undangan itu benar-benar terwujud, Fryda melihatnya sebagai kesempatan untuk kembali bertemu dengan para penikmat musik lintas generasi. Ia percaya setiap orang yang hadir dan membeli tiket adalah bentuk penghargaan terhadap karya seni yang harus dibalas dengan pertunjukan terbaik.
“Kalau penonton datang dan membeli tiket untuk menyaksikan pertunjukan kita, maka sudah menjadi tanggung jawab kita untuk memberikan yang terbaik,” tutup Fryda.
Dengan perpaduan nostalgia, aransemen baru, serta kejutan yang masih dirahasiakan, penampilan Fryda Lucyana di Prambanan Jazz Festival 2026 berpotensi menjadi salah satu momen paling emosional dan berkesan dalam gelaran musik tahunan tersebut.














