C&R TV, Jakarta — Di tengah persoalan yang masih bergulir dengan Ruben Onsu, Sarwendah memilih menempuh langkah baru demi memastikan hak-hak kedua putrinya tetap terlindungi. Mantan istri Ruben Onsu itu resmi mengajukan pengaduan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Langkah tersebut dilakukan dengan fokus utama pada kepentingan Thalia dan Thania, mulai dari hak pengasuhan hingga pemenuhan nafkah anak. Melalui kuasa hukumnya, Sarwendah berharap seluruh hak anak tetap menjadi prioritas di tengah proses yang sedang berlangsung.
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menjelaskan bahwa proses pengaduan sebenarnya sudah dimulai beberapa hari sebelum mereka mendatangi kantor KPAI di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/6).
“Kedatangan kami bermula dari surat pengaduan yang kami buat tanggal 21. Lalu kami juga melakukan pengaduan online di tanggal 22 pagi jam 10.00,” ujar Chris kepada wartawan.
Menurut Chris, seluruh materi yang disampaikan kepada KPAI semata-mata bertujuan melindungi kepentingan anak, bukan untuk kepentingan pihak lain.
“Yang kami adukan semua tujuannya demi kepentingan anak, bukan demi kepentingan selain kami, ya, terkait nafkah anak. Ya, terkait hak anak juga, anak juga merasa aman dan merasa nyaman,” katanya.
Chris juga menegaskan bahwa kedatangan mereka ke KPAI bukan merupakan tindak lanjut dari langkah yang sebelumnya dilakukan pihak Ruben Onsu. Ia mengatakan, pihaknya hadir sebagai pelapor dan menyampaikan kronologi berdasarkan versi yang mereka miliki.
“Hari ini kami hadir bukan karena laporan RO, tapi karena laporan kami. Kami jelaskan semua kronologisnya seperti apa,” ungkap Chris.
Bukti Diserahkan kepada KPAI
Dalam proses pengaduan tersebut, tim Sarwendah turut menyerahkan sejumlah dokumen kepada KPAI untuk dipelajari lebih lanjut. Bukti yang diberikan mencakup percakapan maupun dokumen lain yang dinilai berkaitan dengan perkara tersebut.
“Sudah diskusi banyak, kami sudah menyerahkan bukti-bukti juga kepada mereka, mungkin akan dianalisis,” ujar Chris.
Ia menambahkan, pihaknya juga menyerahkan dokumen yang dianggap relevan dengan materi yang sebelumnya telah disampaikan pihak lain.
“Bang Minola menyampaikan apa, ya kita ikutin lah. Bang Minola menyampaikan chat, kita sampaikan chat juga, kan gitu ya. Dan lain-lain lah, surat-surat lain,” tuturnya.
Di akhir keterangannya, Chris berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan cara terbaik sehingga kepentingan kedua anak tetap menjadi perhatian utama.
“Kami berharap masalah ini bisa selesai dengan baik-baik demi kepentingan anak,” tutup Chris.













