C&R TV, Jakarta — Di balik unggahan yang ramai diperbincangkan di media sosial, Tantri Kotak dan sang suami, Arda Naff, ternyata tengah menghadapi persoalan yang tidak sederhana. Kasus yang mereka soroti bukan hanya soal kerugian materi, tetapi juga menyangkut kepercayaan yang disebut telah diberikan kepada seseorang yang selama ini berada di lingkaran terdekat mereka.
Saat perhatian publik tertuju pada unggahan Tantri, Arda memilih fokus pada langkah yang kini sedang dilakukan bersama timnya. Alih-alih terburu-buru mengambil kesimpulan, ia memastikan proses penelusuran informasi masih terus berjalan.
Arda mengungkapkan bahwa dirinya bersama tim khusus saat ini masih mendalami berbagai informasi yang berkaitan dengan dugaan kasus tersebut. Penelusuran dilakukan untuk memahami alur persoalan secara menyeluruh, termasuk menelusuri pergerakan dana dan mencari keberadaan pihak yang diduga terlibat.
“Saat ini kami bersama tim masih terus mendalami dan mengumpulkan informasi terkait kasus tersebut. Yang pasti, kami juga turut berempati kepada korban-korban lainnya yang terdampak,” ujar Arda saat dihubungi, Rabu (24/6).
Pernyataan itu sekaligus menunjukkan bahwa perhatian Arda tidak hanya tertuju pada keluarganya sendiri. Ia juga menyoroti adanya pihak lain yang disebut turut terdampak dalam kasus yang sama.
Memilih Menunggu Proses Berjalan
Di tengah berkembangnya perhatian publik, Arda dan Tantri memilih menyerahkan penanganan perkara kepada pihak yang berkompeten. Mereka tidak ingin mengambil langkah yang dapat mengganggu proses yang sedang berlangsung.
“Untuk sementara waktu, kami memilih fokus pada proses yang sedang berjalan dan berharap semuanya dapat ditangani dengan baik sesuai jalurnya,” kata Arda.
Sikap tersebut diambil sambil menunggu hasil investigasi yang masih dilakukan oleh tim yang ditunjuk keluarga.
Berawal dari Unggahan Tantri
Kasus ini mulai menjadi perhatian setelah Tantri mengunggah informasi melalui media sosial mengenai dugaan penipuan yang melibatkan seorang perempuan berinisial PN atau Poppy Nupitasari.
Dalam informasi yang disampaikan, sosok tersebut disebut merupakan teman dekat yang selama ini dipercaya oleh keluarga Tantri dan Arda. Faktor kedekatan itulah yang membuat kasus ini mendapat perhatian luas dari publik.
Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan modus yang digunakan berkaitan dengan penggelapan dana investasi dan tabungan. Total kerugian dari seluruh korban diperkirakan mencapai Rp10 miliar.
Korban disebut berasal dari berbagai kalangan, termasuk sejumlah orang yang memiliki hubungan dekat dengan terduga pelaku.
Yang membuat kasus ini semakin menyita perhatian, sebagian dana yang diduga hilang disebut berkaitan dengan kebutuhan biaya pengobatan. Sementara itu, keberadaan terduga pelaku hingga kini belum diketahui setelah dilaporkan menghilang dan memutus akses komunikasi sejak 21 Juni 2026.
Hingga saat ini, Arda dan Tantri masih menunggu perkembangan dari proses penelusuran yang sedang berlangsung sambil terus mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan untuk mengungkap duduk perkara secara lebih jelas.













