C&R TV, Jakarta — Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kali ini, panasnya justru meningkat setelah pihak Sarwendah dikabarkan siap membongkar fakta-fakta tentang Ruben yang selama ini belum terungkap ke publik. Sebuah gertakan yang biasanya cukup untuk membuat siapa pun gentar.
Tapi tidak untuk Ruben Onsu.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, merespons ancaman itu dengan nada dingin. Baginya, pernyataan tersebut tidak lebih dari upaya mencitrakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Ia bahkan menegaskan bahwa kliennya sama sekali tidak terpengaruh dan akan tetap maju menghadapi gugatan hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
“Apakah pernyataan akan bongkar 1 sampai 6 oleh S melalui kuasa hukumnya itu menghentikan langkah Ruben? Tidak kan. Itu menunjukkan bukti bahwa Ruben tidak pernah gentar,” ujar Minola dalam wawancara daring belum lama ini.
Minola juga menyentil keras narasi yang seolah menggambarkan Ruben akan habis jika sesuatu dibongkar. Ia menilai, tidak ada yang bisa menghalangi seorang ayah yang ingin berkumpul kembali dengan anak-anaknya. Terlebih, hubungan rumah tangga keduanya sudah benar-benar kandas dan yang kini diperjuangkan adalah masa depan tiga anak mereka.
“Jangan dicitrakan seolah ada sesuatu yang kalau dibuka akan membuat Ruben habis. Apa yang membuat Ruben habis sebagai seorang ayah yang ingin berkumpul dengan anaknya? Nggak ada lah,” sambungnya.
Alih-alih mundur, pihak Ruben justru menyiapkan langkah ofensif. Minola mengklaim bahwa mereka juga menyimpan bukti kejutan yang akan dibeberkan di depan majelis hakim pada sidang perdana 15 Juli mendatang. Bukti itu disebut berkaitan dengan dugaan lingkungan yang tidak aman bagi anak-anak.
Yang lebih serius, Minola menyebut adanya indikasi eksploitasi terhadap anak-anak Ruben dan Sarwendah. Salah satunya adalah keterlibatan mereka dalam sesi live TikTok yang berlangsung di malam hari. Hal ini menjadi poin penting yang tertuang dalam gugatan.
“Dalam gugatan kami, kami menyampaikan terkait dengan masalah anak-anak ini patut diduga berada dalam lingkungan yang tidak aman. Adanya dugaan eksploitasi anak, anak dilibatkan dalam live TikTok di malam hari,” beber Minola.
Dengan saling pegang kartu masing-masing, panggung pengadilan tampaknya akan menjadi arena pembuktian sesungguhnya. Sidang perdana 15 Juli nanti bukan lagi sekadar soal hak asuh, melainkan juga tentang siapa yang paling siap dengan semua kejutan yang mereka simpan.













